Pencarian

Pemkot Tegal Gelar Expo UMKM dan Kuliner 2026, 32 Pelaku Usaha Ditargetkan Naik Kelas

Minggu, 25 Oktober 2026 • 09:46:01 WIB
Pemkot Tegal Gelar Expo UMKM dan Kuliner 2026, 32 Pelaku Usaha Ditargetkan Naik Kelas
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono meninjau stan peserta saat pembukaan Expo UMKM dan Kuliner 2026.

TEGAL — Pembukaan expo di pusat perbelanjaan itu dihadiri Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tazkiyyatul Muthmainnah, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal Gadis Sephi Febriana Dedy Yon, jajaran Forkopimda, perwakilan instansi vertikal, serta para kepala OPD di lingkungan Pemkot Tegal. Peserta expo terdiri dari 32 pelaku UMKM yang menjajakan produk kuliner, kriya atau kerajinan, kesehatan, dan kecantikan.

UMKM Disebut Pilar Penyerapan Tenaga Kerja Kota Tegal

Dedy Yon menegaskan sektor usaha mikro memegang peran vital dalam menopang kestabilan perekonomian daerah. Menurutnya, sektor ini tidak sekadar menjalankan transaksi bisnis berskala kecil, melainkan menjadi pilar utama penyerapan tenaga kerja masyarakat setempat.

"UMKM bukan sekadar unit usaha berskala kecil, melainkan kekuatan ekonomi masyarakat yang mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan keluarga, menggerakkan sektor perdagangan, serta menjaga keberlangsungan ekonomi daerah," ujar Dedy Yon.

Pemkot Tegal menyatakan konsisten memberikan dukungan penuh melalui program peningkatan kapasitas SDM, pendampingan usaha, hingga perluasan akses promosi. Kehadiran ruang pameran di pusat perbelanjaan diharapkan meningkatkan visibilitas produk lokal di mata konsumen yang lebih luas.

Menjembatani UMKM dengan Ritel Modern dan Perbankan

Kepala Dinkop UKM Perdagangan Kota Tegal Sirat Mardanus menjelaskan, agenda dua hari itu dirancang khusus untuk menjembatani sinergi antara pelaku usaha mikro dengan sektor ritel modern, lembaga perbankan, dan pemangku kepentingan strategis lainnya. Fokus utamanya mencakup perluasan jangkauan pemasaran, perbaikan kualitas produk, hingga pendampingan legalitas usaha.

"Melalui kegiatan ini diharapkan UMKM Kota Tegal dapat memperluas promosi dan akses pemasaran, meningkatkan kualitas serta daya saing produk, memperluas jejaring usaha, dan memperoleh kemudahan akses terhadap pelayanan sertifikasi halal," ungkap Sirat.

Layanan Publik di Lokasi Expo: Cek Kesehatan hingga Tukar LPG Subsidi

Selain pameran produk, expo menyediakan sejumlah layanan publik bagi pengunjung. Warga dapat memanfaatkan cek kesehatan gratis, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), pengurusan sertifikasi halal melalui BPJPH, serta penukaran LPG subsidi.

Deretan layanan itu menempatkan expo bukan hanya sebagai ajang jualan, tetapi juga pintu masuk bagi warga untuk mengurus dokumen dan kebutuhan dasar dalam satu lokasi. Bagi pelaku UMKM, keberadaan layanan sertifikasi halal di tempat dinilai memangkas jarak antara produk lokal dan standar yang diminta pasar ritel modern.

Apa Langkah Pemkot Tegal Setelah Expo Berakhir?

Pemkot Tegal memposisikan expo sebagai batu loncatan agar penggerak usaha lokal lebih berdaya saing dan naik kelas secara berkelanjutan. Setelah 25 Oktober 2026, tantangan berikutnya adalah memastikan jejaring yang terbentuk selama dua hari itu berlanjut menjadi pesanan dan kemitraan nyata.

Bagi 32 peserta, hasil expo akan terlihat dari apakah produk mereka masuk etalase ritel modern atau bertahan di pasar daring setelah pameran ditutup. Pemkot belum menyebut rencana evaluasi atau jadwal expo berikutnya.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radartegal.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks