JAWA TENGAH — Kontingen muaythai Kabupaten Semarang memenuhi target KONI dengan membawa pulang tiga medali emas dan dua perunggu dari Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di GOR Hati Beriman, Salatiga. Tiga emas itu membawa Kabupaten Semarang menempati peringkat keempat klasemen medali cabor muaythai, di bawah Salatiga, Kota Semarang, dan Surakarta.
Dari tujuh atlet yang dikirim ke ajang 20-25 Oktober 2026 itu, lima di antaranya naik podium. Target tiga emas yang disepakati bersama KONI Kabupaten Semarang terpenuhi seluruhnya, bahkan dengan tambahan dua medali perunggu dari nomor Waikru dan Muayboran putri.
Tiga Emas dari Rendi, Ben Hamza, dan Tabita
Rendi Singgih membuka jalan emas dari kelas 63,5 kilogram putra. Ia mengalahkan Dendra R. dari Kota Semarang di partai final.
Ben Hamza Labiibah Azzahra menyusul di kelas 51 kilogram putri setelah menundukkan Mukti Sholihatin dari Kabupaten Pati. Emas ketiga dipersembahkan Tabita Diah Putri di kelas 48 kilogram putri, yang di final mengalahkan Nabila Nazwa, juga dari Kota Semarang.
Dua perunggu datang dari Lintang Syatra Aulia di nomor tanding Waikru putri. Medali kedua diraih pasangan Lintang Syatra Aulia dan Cantika Nadjwa Ramadhani pada nomor Muayboran putri.
Peringkat Keempat, Terpaut Dua Emas dari Pemuncak
Kota Salatiga memuncaki klasemen cabor muaythai dengan lima emas. Kota Semarang menyusul dengan empat emas, Kota Surakarta tiga emas, dan Kabupaten Semarang tiga emas di posisi keempat.
Selisih dua emas dari Salatiga menjadi catatan tersendiri. Dengan tujuh atlet, Kabupaten Semarang mengonversi hampir seluruh kekuatan menjadi medali, sementara tuan rumah mengirim skuad lebih besar untuk mengunci posisi puncak.
Mohammad Slamet: Teknik, Fisik, dan Mental Harus Terus Diasah
Head coach muaythai Kabupaten Semarang, Mohammad Slamet, menilai para atletnya sudah tampil maksimal sepanjang kompetisi. Ia menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar capaian ini tidak berhenti di level provinsi.
"Harapan kami, para atlet tetap semangat dalam berlatih. Dari segi teknik, fisik, dan mental harus terus diasah supaya bisa lebih berprestasi lagi di ajang yang lebih tinggi," kata Slamet, Senin (26/10/2026).
Slamet Asnawi Sebut Hasil Kerja Kolektif
Ketua Pengkab Muaythai Kabupaten Semarang, Slamet Asnawi, bersyukur atas capaian yang melampaui target medali. Menurutnya, tiga emas dan dua perunggu merupakan buah kerja keras atlet, pelatih, serta seluruh pihak yang mendukung persiapan kontingen.
Hasil di Salatiga memberi Kabupaten Semarang modal untuk menaikkan target pada Porprov berikutnya. Dengan tiga atlet emas yang masih muda, regenerasi di cabor muaythai setidaknya punya fondasi yang jelas.