SEMARANG — Kawasan Semarang Raya ditunjuk sebagai tuan rumah bersama gelaran empat tahunan tersebut, mencakup Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal. Pembukaan di Stadion Jatidiri menandai dimulainya sepekan pertandingan yang mempertemukan kontingen dari seluruh penjuru Jawa Tengah.
"Jadi Porprov ini diikuti 35 kabupaten/kota dengan Semarang Raya menjadi tuan rumahnya," ungkap Luthfi di sela pembukaan.
Pijakan Menuju PON 2028 di NTT-NTB
Gubernur Luthfi menegaskan bahwa Porprov bukan sekadar ajang adu gengsi perebutan medali kedaerahan, melainkan fondasi penting regenerasi dan persiapan atlet Jateng menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
"Kita ingin membuat atlet-atlet Jawa Tengah diperhitungkan dalam PON nanti. Maka dalam Porprov ini setiap kontingen atau daerah harus punya target tinggi agar menghasilkan atlet-atlet berprestasi," tegasnya.
Pesan itu ditujukan langsung ke seluruh kontingen. Setiap daerah diminta menetapkan target prestasi, bukan sekadar hadir meramaikan pesta olahraga regional.
Wasit Diminta Netral, Kontingen Tinggalkan Ego Sektoral
Selain tolok ukur pembinaan, ajang ini dicanangkan sebagai sarana memperkuat persatuan, rasa kebersamaan, dan jiwa korsa insan olahraga. Luthfi mewanti-wanti seluruh kontingen agar menanggalkan ego sektoral dan mengedepankan integritas fair play.
"Para atlet dan ofisial jangan mempunyai ego sektoral, gunakan media ini untuk saling menghormati. Wasit juga tidak boleh memihak, berikan yang terbaik," pesan Luthfi.
Peringatan soal netralitas wasit menjadi sorotan tersendiri. Dalam multievent sebesar Porprov, keputusan di lapangan kerap memicu gesekan antarkontingen jika tidak ditangani secara konsisten.
58 Cabor, 810 Nomor Pertandingan
Jumlah nomor pertandingan yang diperebutkan mencapai 810, tersebar di 58 cabang olahraga. Skala itu menempatkan Porprov Jateng XVII sebagai salah satu multievent regional terbesar, dengan kebutuhan penyelenggaraan yang tersebar di lima kabupaten/kota.
Bagi atlet, 810 nomor berarti peluang lebar menunjukkan performa di hadapan tim pemandu bakat. Bagi pengurus cabang olahraga, hasil di Semarang Raya akan menjadi bahan evaluasi pembinaan menuju kualifikasi PON 2028.
Pertandingan berlangsung hingga 31 Oktober 2026. Setelah itu, perhatian beralih ke klasemen medali dan sejauh mana target tinggi yang diminta Gubernur benar-benar diterjemahkan kontingen di lapangan.