JAWA TENGAH — Kulit wajah berminyak tetap bisa mengalami dehidrasi meski terlihat mengilap, menurut American Academy of Dermatology (AAD). Kondisi ini membuat wajah terasa kencang dan kasar meski produksi sebum melimpah. Perawatan yang salah, seperti pembersih keras dan menghindari pelembap, justru memperburuk iritasi.
Dehidrasi pada kulit berminyak sering luput disadari. Pemilik wajah mengilap kerap mengira kulitnya sudah cukup terhidrasi karena minyak alami terus diproduksi. Padahal, sebum dan kandungan air di kulit adalah dua hal berbeda. Kulit berminyak berkaitan dengan produksi sebum, sedangkan dehidrasi merujuk pada kurangnya air di lapisan kulit.
Karena itu, wajah bisa tampak berminyak sekaligus terasa kencang, kasar, bahkan mengelupas beberapa jam setelah mencuci muka. AAD menegaskan pemilik kulit berminyak tetap membutuhkan pelembap untuk menjaga kelembapan.
Pembersih Keras Justru Memperparah Iritasi
Keinginan menghilangkan kilap sering membuat orang mencuci muka berkali-kali dengan produk yang terlalu keras. Kebiasaan ini dapat mengiritasi kulit dan membuat kondisinya semakin tidak nyaman.
AAD menyarankan pembersih wajah bertekstur lembut, dengan frekuensi mencuci muka dibatasi dua kali sehari serta setelah berkeringat. Hindari menggosok wajah terlalu keras. Gunakan air suam-suam kuku, lalu keringkan dengan menepuk perlahan memakai handuk bersih.
Pilih produk yang tidak meninggalkan sensasi kencang berlebihan setelah dibilas. Sensasi kencang adalah tanda kulit kehilangan kelembapan alami dan berpotensi memicu produksi minyak lebih banyak.
Pelembap Gel dan Berlabel Oil-Free
Kekhawatiran wajah semakin mengilap atau berjerawat membuat banyak orang menghindari pelembap. Padahal, pelembap membantu mempertahankan air di kulit dan mendukung fungsi pelindung kulit atau skin barrier.
Untuk kulit berminyak, AAD menyarankan pelembap bertekstur gel yang lebih ringan dibandingkan krim kental. Cari produk berlabel oil-free dan non-comedogenic agar tidak mudah menyumbat pori-pori. Kecocokan tetap bergantung pada kondisi kulit masing-masing.
Waktu pemakaian juga menentukan. Aplikasikan pelembap saat kulit masih sedikit lembap setelah mencuci muka, jangan menunggu hingga benar-benar kering. Gunakan secukupnya dan ratakan dengan lembut. Rutinitas ini dilakukan pagi dan malam sesuai kebutuhan kulit.
Bagi pengguna produk perawatan jerawat yang membuat kulit kering atau iritasi, pelembap yang sesuai dapat membantu menjaga kenyamanan kulit.
Bahan Aktif yang Perlu Diperhatikan
Selain tekstur, kandungan produk perlu dicermati. Beberapa bahan yang bisa dipertimbangkan antara lain:
- Hyaluronic acid, membantu menarik dan mempertahankan air pada lapisan kulit.
- Glycerin, humektan yang membantu menjaga kelembapan.
- Ceramide, mendukung lapisan pelindung kulit agar kelembapan tidak mudah hilang.
AAD menyoroti hyaluronic acid dan ceramide sebagai bahan yang dapat dipertimbangkan dalam pelembap. Untuk kulit berminyak, pilih formulasi yang nyaman dan tidak membuat wajah lengket.
Tidak semua kulit membutuhkan produk dengan banyak bahan aktif. Jika kulit mudah iritasi, mulailah dengan rutinitas sederhana dan perkenalkan produk baru secara bertahap.
Tabir Surya Tetap Wajib
Paparan sinar ultraviolet merusak kulit, termasuk kulit berminyak yang mengalami dehidrasi. AAD merekomendasikan tabir surya berspektrum luas atau broad-spectrum dengan SPF minimal 30.
Untuk mengurangi rasa berat, pilih sunscreen bertekstur ringan sesuai jenis kulit. Gunakan sebagai tahap terakhir rutinitas pagi sebelum makeup. Saat beraktivitas di luar ruangan, aplikasikan ulang sesuai petunjuk produk, terutama setelah berkeringat atau berenang.
Eksfoliasi dapat membantu mengangkat sel kulit mati, tetapi melakukannya terlalu sering atau memakai bahan aktif berlebihan berisiko mengiritasi kulit. Pemilik kulit berminyak-dehidrasi sebaiknya memprioritaskan pembersihan lembut, pelembap, dan perlindungan matahari sebelum menambah produk lain.