WONOGIRI — Kepala Puskesmas Nguntoronadi II, dr. Priska Dewi Kusuma, menyatakan program ini mengubah pola pelayanan yang sebelumnya lebih banyak menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.
"Inovasi GAS ASIK CKG ini mengubah sistem kerja kami dari sekadar menunggu pasien di fasilitas kesehatan menjadi proaktif jemput bola, agar tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam layanan deteksi dini," ujarnya.
GAS ASIK CKG merupakan singkatan dari Gerakan Analisis Data Asik dan Sambang Jemput Bola Cek Kesehatan Gratis. Fokus utamanya menjangkau warga yang belum tersentuh program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekaligus memperkuat deteksi dini penyakit menular dan tidak menular.
Sasaran Ditentukan Lewat Pencocokan Data ASIK dan Data Desa
Tim kesehatan tidak mendatangi warga secara acak. Petugas lebih dulu menganalisis data dalam Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK), lalu menyandingkannya dengan basis data kependudukan desa.
Hasil pencocokan itu dipakai menyusun daftar sasaran berdasarkan nama dan alamat atau by name by address. Data tersebut memetakan warga yang belum pernah terjangkau layanan CKG sekaligus menentukan lokasi yang perlu diprioritaskan.
Setelah sasaran teridentifikasi, tim bergerak ke permukiman menggunakan mobil ambulans keliling. Pelaksanaan di lapangan melibatkan tenaga medis puskesmas, bidan desa, serta kader kesehatan setempat.
Pemeriksaan Kolesterol hingga Lingkar Perut Dilakukan di Rumah Warga
Sejumlah tahapan pemeriksaan dilakukan langsung kepada warga yang dikunjungi. Petugas melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, kemudian mengukur tekanan darah.
Pemeriksaan berlanjut dengan pengukuran lingkar lengan dan lingkar perut, serta pengecekan kolesterol dan profil lemak. Rangkaian tes tersebut membantu petugas mengenali faktor risiko kesehatan yang perlu ditindaklanjuti.
Deteksi dini dinilai penting agar warga mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal dan memperoleh pemeriksaan lanjutan apabila diperlukan.
Target Jangkauan Layanan Kesehatan di Nguntoronadi Semakin Luas
Melalui GAS ASIK CKG, Puskesmas Nguntoronadi II menargetkan jangkauan layanan kesehatan yang lebih luas. Warga yang kesulitan datang ke puskesmas diharapkan tetap bisa mengakses pemeriksaan.
Data yang telah dipetakan juga membantu petugas menentukan sasaran secara lebih terarah. Pola jemput bola ini menjadi cara puskesmas memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam layanan deteksi dini.