SEMARANG — Kemenangan 11-1 atas Kota Tegal menjadi penutup sempurna bagi Kota Semarang di fase grup. Sebelumnya, tim asuhan Muhammad Afandi juga menang 10-1 atas Kabupaten Wonogiri, sehingga total tiga laga penyisihan dilalui tanpa kekalahan.
Duel melawan Kota Tegal di GOR Futsal Undip itu memperlihatkan peningkatan efektivitas penyelesaian akhir. Setelah sempat boros peluang di laga pertama, Semarang konsisten mencetak dua digit gol dalam dua pertandingan berikutnya.
Enam Pemain Berbagi Gol, Lima Nama Lain Ikut Catat Nama
Dimas Ari Arjuna, Royhan Maulana, dan Maylandri Putra Kusuma masing-masing menyumbang dua gol ke gawang Kota Tegal. Lima gol lainnya dicetak Raditya Daiva, Rizky Desta, Arkan Abdilah, M Rafiq Januar, dan Arju Arsyadullah.
Kota Tegal hanya mampu membalas sekali lewat Erlan Gilang Maulana. Skor akhir 11-1 menegaskan dominasi Semarang sepanjang laga.
Rotasi Pemain Tanpa Mengurangi Ketajaman
Muhammad Afandi mengaku sengaja merotasi pemain untuk pertandingan melawan Kota Tegal. Meski komposisi berubah, para pemain dinilai tetap menjalankan instruksi dengan baik.
"Alhamdulillah kami meraih kemenangan lagi. Pemain juga telah melakukan instruksi dengan baik. Kami juga sengaja melakukan rotasi untuk pertandingan lawan Kota Tegal ini," jelas Afandi.
Kolektivitas Jadi Kunci Perbaikan Penyelesaian Akhir
Ketua AFP Kota Semarang, Danang Aji Setyawan, menilai kolektivitas tim menjadi faktor utama di balik tiga kemenangan beruntun. Menurutnya, masalah utama di laga pertama adalah banyaknya peluang yang terbuang.
"Kunci kemenangan tentu di kolektivitas tim. Di match 1 mereka banyak menyia-nyiakan peluang. Dan match 2 dan 3 mereka dengan baik memperbaiki itu," katanya.
Perbaikan itu terlihat dari produktivitas gol saat menghadapi Wonogiri dan Tegal. Namun catatan positif di fase grup belum menjadi jaminan untuk melewati semifinal.
Hadapi Kebumen, Semarang Waspadai Lawan yang Belum Terbaca
Kota Semarang dijadwalkan bertemu Kabupaten Kebumen pada semifinal futsal Porprov Jateng 2026, Senin (26/10/2026) pukul 10.00 WIB di GOR Futsal Undip, Tembalang. Laga ini menjadi ujian pertama bagi Semarang di fase gugur setelah menikmati tiga laga grup yang relatif mulus.
Rekor gol besar di fase grup tidak otomatis berlanjut di semifinal. Format gugur membuat satu kesalahan bisa langsung mengakhiri perjalanan tim, sehingga disiplin bertahan dan ketenangan di depan gawang jadi pekerjaan rumah berikutnya bagi Afandi dan para pemain.