JAWA TENGAH — Google menyertakan aplikasi Digital Wellbeing yang sudah terpasang lebih dari 10 miliar kali di perangkat Android, namun jarang dibuka pengguna karena tidak punya ikon di layar utama. Fitur bawaan ini melacak waktu layar, jumlah notifikasi, dan frekuensi buka kunci, lalu menyediakan pembatas harian per aplikasi. Pengguna yang merasa waktu scrolling-nya berlebihan bisa memanfaatkannya tanpa perlu memasang aplikasi pihak ketiga.
Aplikasi Digital Wellbeing buatan Google tersembunyi di menu Pengaturan, bukan di laci aplikasi. Letaknya sengaja dibuat begitu agar tidak menambah ikon di layar utama, tetapi justru membuat banyak pemilik ponsel tidak pernah menyadari keberadaannya.
Di Google Play Store, aplikasi ini tercatat memiliki 1,49 juta ulasan dengan rating 4,1 bintang. Statusnya gratis dan masuk kategori Tools, dengan fungsi utama memetakan kebiasaan pemakaian ponsel sehari-hari.
Apa Saja yang Dilacak Digital Wellbeing
Setelah dibuka, Digital Wellbeing menampilkan grafik harian berisi total waktu layar, jumlah buka kunci perangkat, banyaknya notifikasi masuk, dan daftar aplikasi yang paling sering dipakai. Pengguna bisa mengetuk satu aplikasi untuk melihat durasi pemakaiannya pada hari itu.
Data ini bersifat perilaku, bukan sekadar hitungan menit. Dari situ terlihat pola mana yang mendorong kebiasaan scrolling, misalnya aplikasi media sosial yang menyedot waktu paling besar.
Timer Aplikasi dan Mode Fokus
Fitur pembatas ada di bagian App Timers. Pengguna menetapkan batas harian untuk aplikasi tertentu, dan begitu waktu habis, ikon aplikasi meredup lalu tertutup sampai timer kembali nol pada tengah malam.
Timer bisa dipasang untuk sekelompok aplikasi sekaligus, misalnya semua platform media sosial dalam satu aturan. Ada pula Focus Mode yang menghentikan aplikasi pengganggu dengan satu ketukan dan memblokir notifikasinya selama mode aktif.
Untuk jam tidur, tersedia Bedtime Mode. Layar berubah menjadi abu-abu dan Do Not Disturb aktif sesuai jadwal, memberi sinyal agar pengguna berhenti memegang ponsel sebelum tidur.
Versi Samsung dan Huawei Berbeda
Tidak semua ponsel Android memakai aplikasi Google ini. Samsung Galaxy membawa versi Digital Wellbeing sendiri, begitu pula Huawei. Google mewajibkan produsen menyertakan alat pelacak waktu layar dan kontrol orang tua di level teratas Pengaturan, tetapi memberi kebebasan memakai aplikasi Google atau versi buatan sendiri.
Versi Samsung menambahkan perbandingan waktu bermain game, media sosial, serta aplikasi produktivitas dan keuangan. Aplikasi ini juga bisa mencatat berapa lama ponsel dipakai saat mengemudi atau berjalan.
Fitur Work Mode di perangkat Samsung terhubung ke Modes and Routines. Saat aktif, ponsel diatur ke mode getar dan hemat daya. Pemicunya bisa berupa rentang waktu tertentu, hari kerja pilihan, atau lokasi kantor dengan GPS menyala. Mode lain tersedia untuk situasi menonton bioskop, mengemudi, olahraga, bersantai, hingga bermain game, dan pengguna bisa membuat rutinitas sendiri.
Cara Membuka dan Mulai Memakai
- Buka aplikasi Pengaturan di ponsel Android.
- Cari menu Digital Wellbeing and Parental Controls, biasanya di bagian bawah daftar pengaturan.
- Periksa grafik waktu layar harian dan daftar aplikasi paling boros waktu.
- Pasang App Timer pada aplikasi yang ingin dibatasi, lalu aktifkan Focus Mode atau Bedtime Mode sesuai kebutuhan.
Pada perangkat Samsung, menu yang sama bisa diakses lewat Pengaturan lalu Digital Wellbeing, dengan opsi tambahan di Modes and Routines.
Untuk Siapa Fitur Ini Berguna
Digital Wellbeing cocok bagi pengguna yang ingin memangkas waktu scrolling tanpa memasang aplikasi tambahan, termasuk orang tua yang perlu mengatur pemakaian ponsel anak. Pemilik ponsel Samsung dan Huawei tetap mendapat fungsi serupa lewat aplikasi bawaan masing-masing produsen.