Pencarian

Film Piye To Kih? Cetak Antusiasme Tinggi di Sragen, Sutradara Sebut 85 Persen Dialog Pakai Bahasa Jawa

Selasa, 27 Oktober 2026 • 07:17:01 WIB
Film Piye To Kih? Cetak Antusiasme Tinggi di Sragen, Sutradara Sebut 85 Persen Dialog Pakai Bahasa Jawa
Penonton mengikuti penayangan Film Piye To Kih? di Studio I Platinum Cineplex Sragen, Senin.

SRAGEN — Sragen menjadi kota kelima dalam rangkaian roadshow artis Film Piye To Kih? setelah Semarang, Yogyakarta, Magelang, dan Solo. Heri Chandra, pemeran tokoh Mukidi, mengaku tidak menyangka penonton Sragen bisa seheboh itu saat menyaksikan penayangan di Studio I Platinum Cineplex Sragen.

“Sragen asyik, jos pokoke! Di luar ekspektasi,” ujar Heri saat ditemui wartawan di lokasi, Senin sore.

Dari Kreator Konten Woko Channel ke Layar Lebar

Heri mengaku tak pernah membayangkan bisa bermain film. Awalnya ia ragu saat ditawari produser, hingga akhirnya mendapat nasihat dari Pak Wo—pengelola Woko Channel yang karyanya menjadi cikal bakal film tersebut.

“Nyapo wedi? Diengge pengalaman. Pokok awakmu tak wehi wektu sesasi berpikir,” ujarnya menirukan nasihat Pak Wo, yang berarti: kenapa takut? Buat pengalaman. Pokoknya kamu saya beri waktu sebulan untuk berpikir.

Belum genap sebulan, Heri menerima skrip adegan dari sutradara Ito Marvin. Cerita yang dinilai unik dan dekat dengan kehidupan sehari-hari membuatnya tertantang menerima tawaran itu.

Bahasa Indonesia Jadi Tantangan Terberat Selama Syuting 20 Hari

Selama proses syuting 20 hari, Heri mengaku kesulitan menggunakan bahasa Indonesia karena terbiasa berbahasa Jawa. Adegan sedih dan menangis juga menyulitkannya karena ia jarang menangis.

“Saya terbiasa dengan adegan dagelan, pisuh-pisuhan. Semua lokasi syuting ada di Jabodetabek. Ada tujuh lokasi,” jelasnya.

Meski begitu, akting Heri disebut mampu membuat penonton meneteskan air mata saat menyaksikan film itu.

Sutradara Menyamar Jadi Penonton untuk Ukur Respons Warga

Ito Marvin mengaku terkejut dengan banyaknya penonton di Sragen. Untuk mengukur respons langsung, ia menyamar dan duduk di tengah-tengah penonton di Studio I.

“Responsnya bagus karena film ini cukup dekat dengan warga Sragen. Saya pikir karena dalam film ini 85% menggunakan Bahasa Jawa. Bahasa yang dipakai Sragen mirip-mirip sehingga banyak yang relate,” ujar Ito.

Ia mengaku melihat penonton tertawa dan menangis sedih selama pemutaran. Ito menyampaikan apresiasi kepada warga Sragen yang telah hadir menonton.

Masih Ada 12 Kota, Puncak Roadshow di Kediri 6 November 2026

Roadshow artis Film Piye To Kih? dijadwalkan keliling 17 kota di Indonesia, dimulai dari Semarang pada 22 Oktober 2026. Setelah Sragen, masih ada 12 kota ke timur hingga puncaknya di Home Premiere Kediri, Jawa Timur.

“Yang hari ini tidak kebagian tiket, masih bisa melihat di Madiun, Ponorogo, dan Kediri. Puncaknya di Kediri pada 6 November 2026 mendatang,” ujar Ito.

Ito menyebut film ini mulai syuting pada Oktober 2025 dan tayang November 2026. Meski sudah 23 tahun tinggal di Jakarta, ia mengaku asli Ponorogo dan secara budaya dekat dengan Woko Channel.

“Tayangannya ringan dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Dalam hati kecil saya kala itu, suatu saat akan saya ajak mereka main di film dan alhamdulillah terealisasi di 2025,” jelasnya.

Ia tidak memasang target jumlah penonton. Baginya, membuat karya dengan hati jauh lebih penting agar pesan film sampai ke penonton di kota-kota berikutnya.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: espos.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks