JAWA TENGAH — Mantan bek Bali United, Elias Dolah, menilai Liga Indonesia punya potensi besar untuk berkembang di level Asia. Antusiasme suporter, dukungan finansial pemilik klub, dan kualitas pemain disebutnya sebagai tiga modal utama yang sudah dimiliki sepak bola Indonesia.
Dolah menyampaikan pandangan itu dalam sesi wawancara terbaru. Bek asal Thailand tersebut menyoroti bagaimana atmosfer pertandingan di Indonesia mampu menciptakan tekanan tersendiri bagi tim tamu, termasuk dirinya saat masih memperkuat Bali United.
Suporter Jadi Kekuatan yang Tak Dimiliki Banyak Liga Asia
Menurut Dolah, kehadiran suporter dalam jumlah besar di stadion menjadi pembeda Liga Indonesia dibandingkan kompetisi lain di kawasan. Atmosfer itu, katanya, memberi energi tambahan bagi pemain tuan rumah sekaligus menguji mental pemain lawan.
Dukungan finansial dari pemilik klub turut disebut sebagai faktor penting. Dolah menilai investasi yang dilakukan manajemen klub memungkinkan hadirnya pemain berkualitas, baik lokal maupun asing, sehingga level kompetisi ikut terangkat.
Kualitas Pemain Lokal Jadi Fondasi Kompetisi
Selain faktor eksternal, Dolah menyoroti kualitas individu pemain Indonesia yang dinilainya terus berkembang. Kombinasi pemain muda bertalenta dan pemain senior berpengalaman membuat persaingan di setiap laga berjalan ketat.
Bek yang pernah memperkuat timnas Thailand itu berharap klub-klub Indonesia semakin kompetitif di kompetisi Asia. Peningkatan performa di level kontinental, menurutnya, akan berdampak langsung pada poin ranking AFC yang dikumpulkan Indonesia.
Poin Ranking AFC Jadi Tolok Ukur Kemajuan
Dolah menilai ranking AFC adalah indikator nyata sejauh mana sebuah liga berkembang. Semakin banyak klub Indonesia yang melaju jauh di kompetisi Asia, semakin besar peluang negara menambah poin dan memperbaiki posisi di daftar konfederasi.
Pandangan itu sejalan dengan situasi sepak bola Indonesia yang belakangan mendapat sorotan lebih besar di Asia Tenggara. Nama-nama legenda regional seperti Teeratep Winothai hingga Stephan Schrock juga sempat menyoroti perkembangan Timnas Indonesia dan kompetisi domestiknya dalam sejumlah wawancara terpisah.
Bali United Jadi Titik Awal Pengamatan Dolah
Pengalaman Dolah bersama Bali United membuatnya melihat langsung bagaimana klub Indonesia mengelola tim, mulai dari fasilitas latihan hingga cara membangun kedekatan dengan suporter. Hal itu, menurutnya, menjadi bekal penting jika klub-klub Indonesia ingin bersaing lebih jauh di Asia.
Ia menegaskan potensi besar tersebut perlu diikuti konsistensi, baik dari sisi manajemen klub maupun pembinaan pemain. Tanpa kesinambungan, modal yang sudah ada bisa sulit diterjemahkan menjadi prestasi di level kontinental.