BATANG — Capaian investasi Jawa Tengah naik bertahap sepanjang 2026. Pada triwulan I-2026 realisasinya Rp23 triliun, lalu meningkat menjadi Rp59,94 triliun di akhir semester I-2026, dan mencapai Rp72,54 triliun hingga triwulan III-2026.
Angka itu menjadi dasar Gubernur Ahmad Luthfi memasang target Rp110 triliun pada akhir tahun, setara capaian 2025. "Kita optimis, sebentar lagi ada perusahaan dari Vietnam akan masuk. Kita optimis bahwa 2026 nanti bisa menyamai capaian tahun lalu yaitu Rp110 triliun," kata Luthfi di Batang.
Perusahaan Vietnam dan Strategi Tarik Investor
Luthfi menyebut capaian investasi ditopang kolaborasi sejumlah pemangku kepentingan. Pemprov menggiatkan forum bisnis dan investasi, kerja sama antardaerah, serta kemitraan sister province dan sister city dengan negara sahabat.
Salah satu instrumen yang dipakai adalah Central Java Investment Business Forum (CJIBF). Menurut Luthfi, forum itu mempertemukan dunia usaha, pengelola kawasan industri, dan pemerintah. "CJIBF yang sehari bisa menghasilkan investasi sampai Rp19 triliun," jelasnya.
Tujuh Kawasan Industri Beroperasi, 12 Baru Disiapkan
Jawa Tengah saat ini memiliki sekitar tujuh kawasan industri yang tersebar di Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kendal, Batang, dan Brebes. Pemerintah juga menyiapkan sekitar 12 kawasan industri baru di berbagai daerah sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.
Luthfi menempatkan kawasan industri sebagai kunci pertumbuhan ekonomi baru. "Di Jawa Tengah sekarang pertumbuhan ekonomi sudah 5,80% atau di atas rata-rata nasional," ujarnya.
Penghargaan dan Jaminan Keamanan Investasi
Dalam forum itu, Luthfi menerima penghargaan Figur Akselerator Kemajuan dari detikcom untuk kategori Investasi dan Penguatan Program Strategis Nasional. Penghargaan disebut menjadi pemicu untuk memperkuat upaya mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.
Dari sisi keamanan, Pangdam IV/Diponegoro Sudaryanto dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyatakan komitmen menjaga kondusivitas wilayah. Kondisi kondusif dan kepastian hukum dinilai menjadi faktor penting menarik investor menanamkan modal di Jawa Tengah.