JEPARA — Ketua TP PKK Kabupaten Jepara Laila Saidah Witiarso Utomo menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga tiga desa kepulauan. Selain air bersih, rombongan membawa 27 paket bantuan logistik dan dua kursi roda bagi warga dengan kebutuhan khusus.
Rincian logistik yang disalurkan: 11 paket untuk Desa Kemujan beserta satu kursi roda, enam paket untuk Desa Karimunjawa dengan satu kursi roda, dan 10 paket bagi warga Pulau Genting. Penyaluran menyasar warga yang dinilai paling membutuhkan.
Kolaborasi Lintas Sektor di Balik Bantuan Air Bersih
Pendanaan air bersih berasal dari Bank BKK Jepara yang mengalokasikan Rp10 juta khusus untuk Desa Karimunjawa dan Desa Kemujan. Baznas dan Dinsospermasdes ikut mendukung distribusi logistik ke titik-titik pulau.
Laila menyebut program PKK Sahabat Keluarga sebagai sarana memperkuat kepedulian dan kerja sama lintas sektor dalam membantu masyarakat. Menurutnya, kebutuhan dasar warga kepulauan tidak bisa ditangani satu lembaga saja.
"Bantuan air bersih dan logistik ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen kami untuk membantu masyarakat Karimunjawa dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih dan kebutuhan pokok," kata Laila.
Mengapa Warga Karimunjawa Rentan Krisis Air Bersih
Tiga desa penerima berada di gugusan pulau yang menghadap langsung Laut Jawa. Pasokan air tawar terbatas karena tidak ada sumber mata air besar, sehingga warga bergantung pada penampungan air hujan dan pasokan dari daratan Jepara.
Kondisi itu membuat air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak setiap kali musim kemarau panjang. Pengiriman lewat jalur laut menambah biaya dan waktu distribusi dibanding wilayah daratan.
Bantuan Logistik untuk Warga Berkebutuhan Khusus
Dua kursi roda yang ikut disalurkan menyasar warga dengan mobilitas terbatas di Desa Kemujan dan Desa Karimunjawa. Penerima paket logistik dipilih berdasarkan data warga kurang mampu di masing-masing desa.
Program PKK Sahabat Keluarga sebelumnya berjalan di sejumlah wilayah daratan Jepara. Penyaluran ke kawasan kepulauan menandai perluasan sasaran program ke wilayah dengan akses layanan paling terbatas.