SEMARANG — Pelatih futsal Kota Semarang, Muhamad Afandi Dwi Putranto, menilai kemenangan atas Surakarta belum cukup membuat timnya nyaman. Efektivitas serangan menjadi fokus pembenahan utama dalam sesi evaluasi sebelum menghadapi Wonogiri di venue yang sama.
Laga perdana yang digelar di hadapan pendukung sendiri berjalan jauh dari mulus. Kota Semarang sempat memimpin dua gol tanpa balasan, tetapi Surakarta bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 sebelum tuan rumah memastikan hasil akhir.
Jalannya Laga: Unggul 2-0, Dikejar hingga 2-2
Babak pertama dimulai pukul 15.00 WIB dengan tekanan terus dilancarkan anak asuh Afandi ke pertahanan Surakarta. Kiper Surakarta, Yudha, menjadi tembok yang sulit ditembus pada fase awal pertandingan.
Kebuntuan baru pecah menjelang turun minum. Kota Semarang mencetak gol pada menit ke-22 dan ke-25, menutup paruh pertama dengan keunggulan 2-0.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Surakarta naik. Yudha kembali mencatat empat penyelamatan beruntun yang menggagalkan peluang pemain tuan rumah.
Tekanan tim tamu berbuah pada gol Tama, pemain bernomor punggung 9, yang memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Yoga, pemain nomor punggung 4, kemudian menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan membuat suasana pertandingan berubah.
Kota Semarang merespons dengan gol ketiga. Keunggulan 3-2 bertahan sampai peluit akhir dibunyikan.
Kutipan Pelatih: Kemenangan Dramatis yang Tetap Dievaluasi
Afandi menyebut hasil positif itu lahir dari pertandingan yang berlangsung ketat. Menurut dia, timnya sempat kehilangan kendali setelah unggul dua gol.
"Alhamdulillah kemenangan hari ini cukup dramatis. Sempat unggul 2-0, disamakan menjadi 2-2, tetapi anak-anak bisa menyelesaikan pertandingan dengan keunggulan 3-2," kata Afandi.
Meski tiga poin sudah diamankan, Afandi menilai ketajaman lini serang masih perlu ditingkatkan. Peluang yang diperoleh sepanjang pertandingan seharusnya dimanfaatkan lebih efektif agar tim tidak masuk situasi sulit ketika lawan menaikkan tekanan.
Mengapa Finishing Jadi Prioritas Sebelum Lawan Wonogiri
Catatan efisiensi menjadi alasan utama pembenahan. Kota Semarang membangun banyak peluang, tetapi penyelesaian akhir belum sepadan dengan volume serangan yang diciptakan.
Kondisi itu terlihat jelas pada babak kedua, ketika empat tembakan beruntun gagal menembus gawang Surakarta. Jika pola serupa terulang melawan Wonogiri, tim berpotensi kembali kehilangan momen untuk menjauh dari tekanan.
Wonogiri menjadi lawan berikutnya di Stadion Futsal Undip, Jumat (23/10/2026). Jarak waktu yang hanya sehari membuat sesi evaluasi berjalan singkat, sehingga perbaikan penyelesaian akhir menjadi agenda paling mendesak di sekretariat tim.
Kemenangan atas Surakarta menempatkan Kota Semarang di jalur positif fase grup Porprov Jateng XVII 2026. Dua laga awal yang keduanya digelar di venue yang sama memberi keuntungan tersendiri dari sisi adaptasi lapangan dan dukungan penonton.