MAGELANG — Petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api di lereng Gunung Sumbing. Dari total luas baku empat petak hutan yang terdampak, 115,6 hektare, sebanyak 79,3 hektare di antaranya sudah hangus.
Asper KPH Perhutani Kedu Utara, Yuliyanto, menyebut api di petak 2A-12 sudah berhasil dipadamkan. Tiga petak lain masih menyala dan menjadi fokus pemadaman.
"Petak 2A-12 api sudah padam. Namun, di petak 2A-7, petak 2A-13, dan petak 2A-28, api masih menyala," jelas Yuliyanto.
Petak 2A-7 Jadi Titik Terluas yang Terbakar
Kebakaran paling luas terjadi di petak 2A-7. Dari total area 38,8 hektare, sebanyak 33,8 hektare dilaporkan terbakar.
Seluruh kawasan petak 2A-12 seluas 22,5 hektare hangus dilalap api. Di petak 2A-13, lahan yang terbakar mencapai 7 hektare dari luas 16,8 hektare, sedangkan petak 2A-28 kehilangan 16 hektare dari total 37,5 hektare.
"Dengan demikian, total luas lahan yang terbakar mencapai 79,3 hektare, vegetasi yang terdampak meliputi krinyu, ilalang, akasia, cemara siup, decuren, dan pakis," terang Yuliyanto.
180 Personel Dibagi Dua Tim, Berbekal Sabit hingga Gepyok
Sekitar 180 personel gabungan diterjunkan ke lapangan. Mereka berasal dari Perhutani, TNI, Polri, BPBD, TRC, pemadam kebakaran, relawan, petugas BC, pemerintah kecamatan, serta masyarakat.
Petugas dibagi menjadi dua tim. Tim pertama beranggotakan 115 personel bertugas memadamkan api dan membuat ilaran atau jalur sekat bakar di petak 2A-13 dan 2A-28, wilayah Kecamatan Kaliangkrik.
Tim kedua dengan kekuatan 65 personel menangani pemadaman dan pembuatan ilaran di petak 2A-12, wilayah Kecamatan Kajoran.
"Petugas menggunakan peralatan manual, antara lain sabit, parang, dan gepyok untuk membantu upaya pemadaman serta mengendalikan penyebaran api," tutur Yuliyanto.
Angin Kencang dan Kabut Tebal Hambat Pemadaman
Besarnya kobaran api bukan satu-satunya kendala. Angin yang cukup kencang dan kabut tebal menyulitkan petugas menjangkau serta mengendalikan titik-titik kebakaran.
Hingga Rabu sore, api di wilayah Kecamatan Kaliangkrik masih belum berhasil dipadamkan seluruhnya. Penanganan dijadwalkan berlanjut pada Kamis (22/10/2026).
Perhutani bersama unsur terkait dan masyarakat masih berupaya memadamkan api serta mencegah kebakaran meluas ke area hutan lainnya.