Pencarian

Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Belum Padam, 20 Persen Area Terbakar dan 22 Warga Alami Gangguan Pernapasan

Senin, 05 Oktober 2026 • 09:46:01 WIB
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Belum Padam, 20 Persen Area Terbakar dan 22 Warga Alami Gangguan Pernapasan
Petugas memadamkan titik api di TPA Jatibarang, Semarang, yang belum sepenuhnya padam.

SEMARANG — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro Pudyo Martantono menyatakan api belum padam dan penanganan masih berlangsung. Titik api dilaporkan cenderung berkurang di beberapa lokasi, tetapi petugas tetap fokus pada pemadaman, pendinginan, dan pengendalian agar api tidak meluas.

Penanganan di lapangan melibatkan armada pemadam kebakaran, alat berat, dan delapan armada penyuplai air. Di Zona 1, tiga unit Damkar melakukan penyemprotan dari atas. Zona 3 ditangani dengan kombinasi penyemprotan, injeksi air, pengerukan, dan pendinginan menggunakan alat berat.

Kendala Pemadaman: Akses Sempit dan Titik Api Cepat Menyebar

Endro menyebut tiga hambatan utama dalam proses pemadaman. Lokasi titik api sulit dijangkau, akses jalan sempit, dan titik api cepat tersebar ke area lain.

"Kendala-kendala proses pemadaman yakni lokasi titik api yang sulit dijangkau, akses jalan yang sempit dan titik api cepat tersebar," ucap Endro.

Kondisi itu membuat petugas tidak bisa langsung menjangkau seluruh titik panas, terutama di zona yang memiliki timbunan sampah dalam. Pemkot Semarang kemudian menyiapkan langkah tambahan untuk menembus sumber panas di bagian dalam timbunan.

22 Warga Tiga Kelurahan Alami Batuk dan Sesak Napas

Dampak kesehatan mulai terlihat. Sebanyak 22 orang mengalami masalah pernapasan berupa batuk dan sesak napas akibat paparan asap kebakaran.

Rinciannya, 15 orang di Kelurahan Kedungpane, dua orang di Kelurahan Tambakaji, dan lima orang di Kelurahan Bambankerep. Paparan asap juga dilaporkan meluas ke lima kecamatan, yakni Gunungpati, Mijen, Semarang Barat, Ngaliyan, dan Tugu.

Dinas Kesehatan Kota Semarang diminta memetakan wilayah terdampak asap dan menyiagakan puskesmas. Masker disiapkan bagi petugas, relawan, dan masyarakat di kawasan terdampak.

Injeksi Air Sedalam 10 Meter untuk Jangkau Sumber Panas

Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto mengatakan Pemkot Semarang membentuk tim gabungan lintas organisasi perangkat daerah untuk mempercepat penanganan sekaligus mengurangi dampak ke masyarakat.

Salah satu langkah yang diambil adalah menyuntikkan air ke dalam timbunan sampah TPA Jatibarang hingga kedalaman sekitar lima sampai 10 meter. Tujuannya menjangkau sumber panas yang berada di bagian dalam timbunan.

"Ini kita lakukan agar bisa mengurangi dampak bagi masyarakat, karena polusi udara dari asap hasil kebakaran," kata Handi.

Armada Damkar juga melakukan penyiraman dari atas TPA Jatibarang untuk menekan kepulan asap dan mengurangi polusi udara di sekitar lokasi.

Opsi Water Bombing dan Modifikasi Cuaca Dibahas dengan BNPB

Pemkot Semarang berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait sejumlah opsi penanganan. Dua di antaranya kemungkinan penggunaan water bombing dan operasi modifikasi cuaca.

Hingga pemantauan terakhir, tim gabungan masih bekerja di lokasi dengan fokus pemadaman dan pendinginan. Warga di lima kecamatan terdampak diminta tetap waspada terhadap paparan asap yang masih berpotensi menyebar mengikuti arah angin.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lingkartv.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks