JAWA TENGAH — Asia CAN Finals 2026 mempertemukan kompetitor car audio dari sembilan negara Asia, termasuk Indonesia sebagai tuan rumah, dengan penilaian lima juri dari Korea Selatan, Malaysia, dan Indonesia. Edisi tahun ini menjadi penyelenggaraan kedua setelah pertama kali digelar pada 2019, dengan jumlah negara peserta sama seperti tahun sebelumnya.
Kompetisi audio mobil bergengsi kawasan Asia itu kembali berlangsung, dan Indonesia masuk dalam daftar peserta bersama Taiwan, Filipina, Vietnam, Korea Selatan, China, Hong Kong, Thailand, serta Singapura. CEO PT Audioworkshop Wahyu Tanuwidjaja menyebut komposisi sembilan negara itu tidak berubah dari edisi sebelumnya.
Kategori Sound Quality hingga SPL Dipertandingkan
Peserta bersaing di sejumlah kategori, mulai dari Sound Quality (SQ), Sound Pressure Level (SPL), hingga kelas yang menguji kemampuan sistem audio menghasilkan suara dengan tingkat kekencangan tertentu. Pembagian kelas dibuat berdasarkan tingkatan kemampuan peserta, dari consumer, prosumer, sampai profesional.
Pembagian itu bukan tanpa alasan. Dengan kelas yang jelas, juri bisa menilai kompetitor secara lebih terukur dan konsisten meski berasal dari negara berbeda.
Tak Bisa Daftar Langsung, Harus Lolos Seleksi Nasional
Untuk tampil di tingkat Asia, peserta tidak bisa mendaftar begitu saja. Setiap negara menerapkan kualifikasi lokal untuk menentukan siapa yang berhak mewakili negaranya.
"Peserta harus terlebih dahulu mengikuti kompetisi di negara masing-masing. Mereka yang berhasil menempati posisi terbaik dan memenuhi ketentuan yang berlaku berkesempatan melaju ke tingkat Asia," terang Wahyu.
Sistem seleksi berlapis itu menjaga kualitas kompetisi sekaligus membuat jumlah peserta di tiap kategori tetap proporsional.
Lima Juri dari Tiga Negara
Penilaian Asia CAN Finals 2026 dilakukan lima juri: dua dari Korea Selatan, dua dari Malaysia, dan satu dari Indonesia. Tantangan tersendiri muncul karena mobil yang dikompetisikan tidak mudah dipindahkan antar lokasi, sehingga standar seleksi dan penilaian di tiap negara perlu seragam agar hasil kompetisi tetap adil.
Asia Master Tuner dan Indonesia Open, Dua Format Beda Fokus
Ada dua format pertandingan yang digelar. Asia Master Tuner melibatkan tuner atau praktisi penyetelan sistem audio, dengan peserta ditentukan lewat mekanisme di masing-masing negara sehingga tidak semua orang bisa mendaftar langsung.
Indonesia Open memberi kesempatan lebih luas. Peserta boleh mendaftar terbuka sesuai ketentuan kompetisi, sehingga lebih banyak orang bisa menunjukkan kemampuan di bidang car audio.
Perbedaan mendasar keduanya ada pada fokus penilaian. Di kompetisi audio kendaraan, juri menilai hasil akhir sistem audio yang sudah dipasang dan disetel pada mobil. Sementara di kompetisi tuner, kemampuan merancang atau menyetel sistem audio menjadi bagian utama yang diuji.
"Melalui kedua format ini, Asia CAN Finals menghadirkan kompetisi yang tidak hanya menitikberatkan pada kualitas suara kendaraan, tetapi juga keterampilan dan kemampuan teknis para tuner," imbuh Wahyu.
Wadah Komunitas Car Audio Asia
Perhelatan ini juga berfungsi sebagai ruang bagi komunitas car audio Asia untuk mengembangkan standar kompetisi, menguji kemampuan, dan memperkuat hubungan antarpelaku industri audio mobil di kawasan. Bagi peserta Indonesia, gelaran di rumah sendiri memberi kesempatan mengukur kemampuan tuner lokal langsung terhadap standar penjurian regional.