JAWA TENGAH — Rizky Sholeh Akbar bukan sekadar peserta. Ia merupakan satu dari 13 atlet muda Indonesia yang dipercaya membawa nama Merah Putih di kategori U17 Men disiplin Lead. Kompetisi ini akan mempertemukannya dengan pemanjat-pemanjat muda terbaik dari berbagai negara Asia, dan persaingan dipastikan berjalan ketat.
Persiapan Akhir di Pelatnas Jakarta
Persiapan Akbar sudah memasuki tahap final. Ia bertolak ke Jakarta sejak 16 Agustus 2026 untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) sebelum bertolak ke Tiongkok pada Rabu (19/8/2026).
Sebagai bagian dari prosedur wajib atlet internasional, Akbar juga telah menyelesaikan tes kesehatan pada Selasa (18/8/2026). Pemeriksaan ini menjadi syarat administratif yang harus dipenuhi sebelum bertanding di ajang resmi.
Target: Berbicara Banyak di Level Asia
Ketua Umum FPTI Kutai Timur, Aji Fahriza Hakim, menegaskan pencapaian ini bukan sekadar kebanggaan seremonial. Ia menyebut keberhasilan Akbar sebagai bukti nyata bahwa pembinaan atlet di daerah bisa bersaing di panggung internasional.
“Ini momen yang sangat berharga sekaligus pemantik semangat bagi atlet-atlet kita yang sedang berlatih menghadapi Porprov Paser. Semoga apa yang ditargetkan dapat tercapai, bahkan melebihi harapan,” ujarnya.
Kualitas Akbar Diakui Pelatih
Pelatih FPTI Kutim, Fitriyadi, mengakui persaingan di level Asia sangat berat. Namun, ia menilai anak asuhnya punya modal yang cukup untuk bersaing dengan pemanjat muda dari negara lain.
“Persaingan di level Asia sangat ketat. Tapi saya pikir Akbar bisa bersaing dengan pemanjat muda Asia lainnya, mengingat Akbar punya kualitas bagus,” katanya.
Senada dengan itu, pelatih FPTI Kutim lainnya, Jamal Al Hadad, menyebut keberangkatan Akbar menjadi motivasi besar bagi tim pelatih untuk terus mengembangkan potensi atlet muda di Kutai Timur. Ia menegaskan komitmen jangka panjang pembinaan di daerahnya.
“Kami terus berkomitmen mencetak atlet-atlet muda berbakat dari Kutai Timur. Keberhasilan Akbar ke kejuaraan Asia adalah bukti bahwa proses pembinaan berjalan ke arah yang benar,” tegas Jamal.
Dampak untuk Pembinaan Atlet Daerah
Keberhasilan Akbar menembus tim nasional menjadi sinyal positif bagi ekosistem olahraga panjat tebing di Kalimantan Timur. Sebelumnya, cabang olahraga ini juga tengah bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Paser.
Dengan adanya wakil di ajang Asia, diharapkan efek domino berupa peningkatan motivasi atlet muda lainnya untuk mengikuti jejak Akbar. Regenerasi atlet di daerah kini punya contoh konkret yang bisa diraih melalui jalur pembinaan berjenjang.
World Climbing Asia Youth Championship 2026 di Guiyang akan menjadi panggung pembuktian bagi Akbar dan skuad muda Indonesia. Hasil dari kejuaraan ini juga akan menjadi tolok ukur perkembangan panjat tebing nasional di level junior Asia.