BREBES — Rosuli menekankan bahwa literasi bukan sekadar aktivitas membaca dan memahami teks. Menurut pengawas Cabdin Pendidikan Wilayah XI Jateng itu, literasi mencakup kemampuan siswa berpikir kritis serta mengolah informasi secara akurat.
Pembekalan berlangsung lewat In House Training yang menyasar para guru SMA Islam Ta'allumul Huda Bumiayu. Rosuli hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut.
Literasi dan Numerasi Bukan Sekadar Hafalan
Dalam pemaparannya, Rosuli menjelaskan bahwa numerasi menitikberatkan pada keterampilan mengaplikasikan konsep matematika untuk memecahkan persoalan nyata sehari-hari. Pemahaman itu yang coba ditanamkan ke para pendidik.
Para guru diajak merancang kegiatan belajar mengajar yang lebih inovatif dan kontekstual. Pendekatan itu diharapkan merangsang keaktifan siswa di kelas.
Pembekalan ini menyasar kompetensi guru secara langsung. Tujuannya mendongkrak kualitas pembelajaran yang berlangsung setiap hari di ruang kelas.
Strategi Pembelajaran Lebih Efektif Jadi Fokus Pelatihan
Kegiatan IHT ini bertujuan membekali pendidik dengan strategi dan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif. Rosuli memandu para guru memetakan cara mengajar yang sesuai kebutuhan siswa.
Langkah tersebut disambut positif oleh SMA Islam Ta'allumul Huda Bumiayu. Sekolah menilai pelatihan ini sejalan dengan komitmen berkelanjutan mereka mencetak generasi penerus yang cerdas, kritis, berkarakter, serta berakhlakul karimah.
Penguatan literasi dan numerasi menjadi salah satu prioritas Cabdin Pendidikan Wilayah XI Jateng dalam mendorong mutu pendidikan di wilayahnya. Pelatihan serupa menyasar guru di sejumlah sekolah di bawah naungan cabang dinas tersebut.