SEMARANG — Lembaga Penggerak Ekonomi Umat (LPEU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah resmi punya nakhoda baru. Hendrar Prihadi, yang akrab disapa Hendi, dilantik bersama jajaran pengurus di Metro Park View Hotel Semarang, Sabtu (17/10/2026).
Mantan Wali Kota Semarang itu dipercaya memimpin lembaga yang menggarap pemberdayaan ekonomi umat. Fokus kerjanya menyentuh UMKM, koperasi, inkubasi bisnis, perumahan, digitalisasi, pangan, hingga jaringan saudagar.
Dari LKPP ke Etalase Ekonomi Umat MUI
Ketua MUI Jawa Tengah Prof. KH Noor Achmad menaruh harapan besar pada kepemimpinan Hendi. Pengalaman Hendi sebagai mantan kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI dan mantan Wali Kota Semarang dinilai jadi modal berharga.
"Ada LPEU yang dikomandani oleh beliau, mantan kepala LKPP dan alumni Wali Kota Semarang, yang kita coba gerakkan ini sebagai etalase untuk MUI di Indonesia," ungkap Noor Achmad.
Noor menekankan pentingnya jaringan luas agar setiap lembaga di bawah MUI bisa menjalankan perannya maksimal. Menurutnya, penguatan konektivitas harus disesuaikan dengan bidang dan kebutuhan masing-masing lembaga.
"Perlu kita lakukan penguatan jaringan. Jaringan kita harus jaringan yang luas, bebas untuk membangun jaringan sesuai bidangnya masing-masing," tuturnya.
Tujuh Bidang Kerja, Digitalisasi Jadi Andalan
Struktur kepengurusan LPEU Jateng membagi kerja ke dalam sejumlah bidang strategis. Hendi didampingi Nur Fatoni sebagai Sekretaris dan Agus Sumartono sebagai Bendahara.
Jajaran wakil ketua diisi Muhammad Supriyadi untuk bidang UMKM dan koperasi, Lala Irviana di bidang inkubasi bisnis, serta Andang Wahyu di bidang perumahan. Massinangling Gumelar dipercaya menangani bidang digitalisasi dan jaringan, Agung Setiyadi di bidang pangan, dan Arnaz Agung Andrarasmara di bidang jaringan saudagar.
Bidang digitalisasi dan jaringan mendapat porsi perhatian tersendiri. Sebab, penguatan UMKM lewat teknologi menuntut pendampingan dan akses pasar yang lebih luas, bukan sekadar pembinaan administratif.
Pembagian bidang ini membuka ruang bagi LPEU untuk menggarap berbagai aspek ekonomi secara lebih terarah. Pengembangan UMKM dan koperasi berkaitan langsung dengan penguatan usaha masyarakat, sementara inkubasi bisnis berperan mendorong pertumbuhan usaha baru.
Komitmen Hendi Jalankan Arahan MUI Jateng
Hendi menyambut amanah tersebut dengan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menegaskan komitmennya menjalankan arahan Ketua MUI Jawa Tengah, terutama dalam memperkuat kelembagaan.
"Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, dan kami berkomitmen penuh mengupayakan seluruh arahan yang diberikan oleh beliau, Ketua MUI Jawa Tengah, termasuk dalam kaitan penguatan kelembagaan," kata Hendi.
Ia berharap dukungan penuh MUI Jawa Tengah memperkuat langkah LPEU dalam menjalankan mandat pemberdayaan ekonomi umat.
"Semoga dengan dukungan penuh dari MUI Jawa Tengah, LPEU dapat secara optimal menggerakkan ekonomi umat, sesuai fokus lembaga ini," imbuhnya.
Tantangan Menyatukan Tujuh Bidang Jadi Program Nyata
Pekerjaan rumah terbesar LPEU Jateng ke depan adalah menyatukan seluruh bidang dalam program yang saling mendukung. Jaringan luas perlu diterjemahkan menjadi kemitraan produktif, bukan sekadar daftar nama.
Pengembangan usaha juga menuntut pendampingan dan akses terhadap peluang ekonomi yang sesuai kebutuhan pelaku usaha. Sektor pangan dan perumahan mendapat perhatian lewat struktur kepengurusan yang telah dibentuk.
Dengan kepengurusan baru di bawah Hendi, LPEU MUI Jawa Tengah diharapkan memperkuat peran organisasi dalam pemberdayaan ekonomi umat. Penguatan kelembagaan dan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah awal mendorong potensi ekonomi masyarakat berkembang menjadi kegiatan usaha berkelanjutan.