SEMARANG — Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Jenderal Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menyebut cuaca Jawa Tengah pada pagi hingga siang umumnya cerah hingga cerah berawan. Memasuki sore hingga awal malam, kondisi berubah jadi cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan berpeluang turun tidak merata, terkonsentrasi di wilayah pegunungan bagian barat dan sekitarnya.
Sembilan Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
BMKG mencatat sembilan daerah yang berpeluang diguyur hujan ringan pada periode prakiraan kali ini. Wilayah tersebut adalah Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Batang, Kajen, Slawi, Brebes, Bumiayu, dan Majenang.
Sementara delapan wilayah diprakirakan cerah berawan, meliputi Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Ungaran, Surakarta, Semarang, Pekalongan, dan Tegal. Adapun 21 daerah lain diperkirakan berawan, dari Cilacap, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Temanggung, Kendal, Pemalang, Magelang, Salatiga, hingga Ambarawa.
Waspada Karhutla dan Gelombang Laut Selatan
Selain prakiraan suhu dan hujan, BMKG mengingatkan masyarakat soal potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Peringatan ini menyusul kondisi cuaca kering di sejumlah daerah yang masih berlangsung.
Di sektor perairan, tinggi gelombang di laut utara Jawa Tengah tercatat sekitar 0,1–1,25 meter. Adapun perairan selatan Jawa Tengah jauh lebih tinggi, mencapai 1,25–4 meter.
BMKG mengimbau warga memantau perkembangan cuaca, terutama mereka yang tinggal di wilayah pegunungan dengan potensi hujan ringan. Nelayan dan pengguna jasa laut di perairan selatan diminta lebih hati-hati mengingat tingginya gelombang di kawasan tersebut.