Pencarian

KUA Kaliori Rembang Luncurkan Layanan Konsultasi KURMA di Masjid, Jawab 766 Kasus Perceraian Sepanjang 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 12:16:01 WIB
KUA Kaliori Rembang Luncurkan Layanan Konsultasi KURMA di Masjid, Jawab 766 Kasus Perceraian Sepanjang 2026
Kepala Kemenag Rembang Moh. Mukson meresmikan layanan konsultasi KURMA di Masjid Ar-Rahman Tambakagung, Kaliori.

REMBANG — Kepala Kantor Kemenag Rembang Moh. Mukson meresmikan layanan KURMA bersama Takmir Masjid Ar-Rahman Tambakagung. Peresmian dihadiri Kasi Bimas Islam Kemenag Rembang Sarip, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta perwakilan organisasi keagamaan setempat.

Warga yang menghadapi persoalan rumah tangga bisa berkonsultasi langsung dengan penyuluh agama Islam dan penghulu KUA Kaliori. Ruang konsultasi disediakan khusus di Masjid Ar-Rahman. Selain tatap muka, warga bisa memakai jalur daring lewat WhatsApp ke nomor 083860464465.

Angka Perceraian Rembang Jadi Latar Belakang KURMA

Kasi Bimas Islam Kemenag Rembang Sarip menyebut inovasi ini lahir dari tingginya angka perceraian di daerah tersebut. Data Pengadilan Agama Rembang mencatat 1.035 kasus perceraian sepanjang 2025.

Sepanjang Januari hingga September 2026, jumlahnya sudah mencapai 766 kasus. Angka itu membuat Kemenag memperkuat edukasi dan pendampingan bagi pasangan yang tengah menghadapi masalah rumah tangga.

"Prinsip kami, warga menjadikan masjid sebagai tempat yang nyaman untuk berkonsultasi mengenai masalah rumah tangga. Mereka datang dengan masalah, dan pulang dengan solusi," tutur Sarip.

Identitas dan Permasalahan Warga Dijaga Kerahasiaannya

KUA Kaliori menempatkan kerahasiaan identitas dan persoalan setiap warga sebagai perhatian utama layanan. Warga diharapkan merasa aman menceritakan persoalan keluarga dan mencari jalan keluar lewat pendampingan yang tepat.

Mukson menilai masjid punya potensi besar menjadi ruang pendampingan masyarakat, bukan hanya tempat ibadah. Konsultasi yang tepat diharapkan membantu pasangan suami istri menemukan solusi sebelum persoalan berkembang menjadi konflik lebih besar.

"Kami mengapresiasi tinggi KUA Kaliori dan takmir masjid yang bekerja sama menghadirkan layanan ini untuk pasangan rumah tangga yang sedang bermasalah. Sehingga ketika ada masalah, mereka akan lari ke masjid, bukan ke pihak-pihak lain yang tidak semestinya, apalagi curhat di media sosial," kata Mukson.

Dampak Perceraian ke Anak Jadi Alasan Penguatan Pendampingan

Mukson menyoroti tingginya angka perceraian di Indonesia sebagai keprihatinan bersama. Ia berharap KURMA menjadi upaya preventif untuk membantu keluarga mempertahankan keharmonisan rumah tangga.

"Rumah tangga yang sedang menghadapi permasalahan bisa diperbaiki melalui KURMA ini. Sebab, perceraian akan membawa dampak negatif bagi keluarga, utamanya anak-anak," ungkapnya.

Ketua Takmir Masjid Ar-Rahman KH Ali Masduqi menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia berharap KURMA memperluas manfaat masjid bagi masyarakat, terutama keluarga yang butuh pendampingan menyelesaikan persoalan rumah tangga.

"Ini seperti harapan kami, menjadikan masjid nyaman untuk masyarakat. Tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga untuk menyelesaikan masalah rumah tangga," harap Ali Masduqi.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks