Pencarian

Tesla Pakai Model AI Doubao Buatan ByteDance untuk Mobil Listrik di China

Jumat, 21 Agustus 2026 • 03:36:32 WIB
Tesla Pakai Model AI Doubao Buatan ByteDance untuk Mobil Listrik di China
Tesla China mengonfirmasi integrasi model AI Doubao buatan ByteDance ke dalam sistem kendaraan listriknya di pasar Tiongkok.

JAWA TENGAH — Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Tesla China. Integrasi tersebut menandai langkah signifikan dalam menghadirkan teknologi AI lokal ke pasar otomotif premium, sekaligus menjawab kebutuhan pengguna akan sistem interaksi yang lebih natural di dalam kabin.

Bukan Sekadar "Tanya-Jawab" Gaya Walkie-Talkie

Sistem suara cerdas ini diaktifkan dengan menekan lama tombol di kemudi. Yang menarik, sistem ini tidak lagi bekerja seperti perintah suara konvensional yang kaku.

Dengan model dialog real-time Doubao dan kerangka interaksi suara end-to-end, asisten ini mampu memahami konteks debat, bercerita, hingga bermain peran karakter. Pengguna juga bisa memilih secara acak empat warna suara dan lima mode pengoperasian untuk pengalaman yang lebih personal.

Mercedes-Benz Juga Melirik Teknologi ByteDance

Tesla bukan satu-satunya pabrikan global yang melirik teknologi ini. Pada September 2025, Mercedes-Benz telah memperluas kemitraannya dengan ByteDance untuk mengintegrasikan model Doubao ke jajaran kendaraan listriknya.

Langkah ini menunjukkan kepercayaan pabrikan otomotif internasional terhadap kemampuan model AI yang dikembangkan perusahaan teknologi China. Ini juga menjadi sinyal kompetisi ketat di sektor perangkat lunak kendaraan, di mana pengalaman pengguna di dalam kabin menjadi faktor pembeda utama.

Geliat AI China: dari Qwen hingga Kimi K3

Integrasi ini terjadi di tengah lompatan besar pengembangan AI di China. Alibaba baru saja meluncurkan model Qwen3.8-Max pada 3 Agustus, yang disebut memiliki kemampuan tingkat lanjut dalam pengodean dan pekerjaan di dunia nyata.

Sebelumnya pada Juli, perusahaan rintisan Moonshot AI merilis Kimi K3. Model open-source ini diklaim memiliki 2,8 triliun parameter, menjadikannya model AI sumber terbuka dengan parameter terbesar di dunia.

Para pakar menilai fenomena ini menunjukkan pergeseran dari terobosan individual menuju kemajuan kolektif. Semakin banyak model besar open-source China yang tersedia, semakin terbuka pula pendekatan baru bagi pengembangan AI secara global.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks