SURAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kebakaran hutan dan lahan di tengah musim kemarau yang masih berlangsung. Imbauan ini menyertai prakiraan cuaca harian yang berlaku dari pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB untuk wilayah Jawa Tengah, termasuk Solo Raya.
Secara umum, kondisi cuaca di Jawa Tengah pada pagi hingga siang hari diprediksi cerah berawan hingga berawan. Memasuki sore hingga awal malam, langit akan berawan dan terdapat potensi hujan ringan di sebagian wilayah Pegunungan Tengah.
Rincian Cuaca di Tujuh Wilayah Solo Raya
BMKG memprakirakan suhu udara di wilayah Jawa Tengah berkisar antara 16–34 derajat Celsius dengan kelembaban 45–95 persen. Angin bertiup dari arah Timur-Selatan dengan kecepatan 10–35 km/jam.
Untuk kawasan Solo Raya, berikut rincian prakiraan cuaca yang dirilis BMKG:
- Kota Surakarta: cerah berawan, suhu 26–33°C, kelembaban 50–80 persen.
- Kabupaten Sukoharjo: cerah berawan, suhu 26–33°C, kelembaban 50–80 persen.
- Kabupaten Klaten: cerah berawan, suhu 26–33°C, kelembaban 50–80 persen.
- Kabupaten Wonogiri: berawan, suhu 26–33°C, kelembaban 50–80 persen.
- Kabupaten Sragen: berawan, suhu 26–34°C, kelembaban 50–80 persen.
- Kabupaten Boyolali: berawan, suhu 22–32°C, kelembaban 60–90 persen.
- Kabupaten Karanganyar: berawan, suhu 22–33°C, kelembaban 60–90 persen.
Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Selatan
BMKG mencatat ketinggian gelombang di Perairan Utara Jawa Tengah berada pada kisaran 0,5–2,5 meter. Sementara itu, Perairan Selatan Jawa Tengah berpotensi mengalami gelombang lebih tinggi, mencapai 1,25–4,0 meter.
Masyarakat yang beraktivitas di pesisir selatan, termasuk nelayan, diimbau memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melaut. Kondisi gelombang dengan ketinggian tersebut perlu diwaspadai mengingat berisiko bagi keselamatan pelayaran.
Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan
Memasuki puncak musim kemarau, BMKG mengingatkan potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan meningkat. Masyarakat diminta tidak membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan di area lahan kering.
Imbauan ini menjadi perhatian khusus bagi warga yang tinggal di dekat kawasan pertanian, perkebunan, maupun hutan di wilayah Boyolali, Karanganyar, dan Wonogiri yang memiliki topografi berbukit.