JAWA TENGAH — Pasar otomotif Inggris mencatat pertumbuhan 6 persen secara tahunan pada Mei 2026, didorong oleh permintaan kendaraan plug-in yang kian kuat. Data yang dirilis New Automotive, Rabu (10/6), menunjukkan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat di tengah penurunan penjualan mobil konvensional.
Kenaikan ini tak lepas dari faktor harga bahan bakar yang terus meroket akibat konflik geopolitik global. Konsumen mulai serius mempertimbangkan biaya operasional jangka panjang ketimbang sekadar harga beli. Program insentif Electric Car Grant dari pemerintah Inggris juga turut mempercepat transisi ini.
Mobil Bensin dan Diesel Terus Tergerus
Di sisi lain, penjualan mobil bensin ambles 14 persen secara tahunan pada bulan yang sama. Registrasi kendaraan diesel juga ikut turun 6 persen. Sementara itu, pertumbuhan kendaraan hybrid hampir tidak bergerak alias stagnan.
Data ini mempertegas pergeseran preferensi konsumen Inggris yang mulai meninggalkan mesin pembakaran internal. Biaya bahan bakar dan perawatan menjadi pertimbangan utama saat memilih kendaraan baru, bukan lagi sekadar gengsi atau kebiasaan.
Tesla Catat Kenaikan, tapi Bukan Satu-satunya Pemain
Di antara pabrikan, Tesla mencatat kenaikan penjualan 18 persen secara tahunan dengan total 2.812 unit pada Mei 2026. Angka ini menunjukkan permintaan terhadap merek asal Amerika Serikat itu tetap solid meskipun persaingan di segmen EV semakin ketat.
Namun, yang lebih menarik adalah pertumbuhan BEV secara keseluruhan yang mencapai 31 persen. Artinya, peningkatan tidak hanya dinikmati Tesla, melainkan juga pabrikan lain yang gencar meluncurkan model listrik baru di pasar Inggris.
Pernyataan CEO Electrifying.com: Mitos Konsumen Enggan Beli EV Mulai Runtuh
Ginny Buckley, Chief Executive Officer Electrifying.com, menanggapi data ini dengan tegas. "Angka terbaru ini seharusnya bisa mengubur mitos lama bahwa pengemudi tidak menginginkan mobil listrik," ujarnya dalam laporan Reuters.
Pernyataan Buckley relevan mengingat masih banyak pihak yang meragukan kesiapan pasar terhadap elektrifikasi. Data penjualan Mei 2026 membuktikan bahwa adopsi kendaraan listrik di Inggris bukan sekadar wacana, melainkan tren nyata yang terus menguat.
Dengan lebih dari seperempat total registrasi kendaraan baru kini berasal dari BEV, pasar mobil Inggris dipastikan akan terus bertransformasi. Selama harga bahan bakar tetap tinggi dan insentif pemerintah masih berjalan, kendaraan listrik akan menjadi motor utama pertumbuhan industri otomotif di negara tersebut.