Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) untuk melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) guna mempercepat pemadaman kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Surakarta. Langkah ini diambil setelah penanganan kebakaran memasuki hari kelima dan luas area terdampak disebut lebih besar dibandingkan peristiwa serupa pada 2023 silam.
SURAKARTA — Upaya pemadaman kebakaran TPA Putri Cempo tidak hanya mengandalkan jalur darat dan udara. Operasi modifikasi cuaca (OMC) oleh BNPB disiapkan sebagai langkah berikutnya untuk menjangkau titik-titik api yang sulit dicapai petugas.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, OMC diharapkan mulai dilakukan sekitar 9–10 September 2026. "Segala cara digunakan, baik itu dari jalur darat maupun jalur udara. Di hari pertama kita menggunakan jalur darat, dan selanjutnya kita dibantu Polda Jateng dengan menggunakan 'water bombing'," katanya di Semarang, Senin.
Luas Kebakaran Melebihi Peristiwa 2023
Bergas menyebut luas kebakaran kali ini lebih besar dibandingkan peristiwa serupa pada 2023. Kondisi itu membuat penanganan membutuhkan upaya ekstra.
Sebagai gambaran, pada kebakaran 2023 proses penanganan membutuhkan waktu sekitar 24 hari. Dengan seluruh teknologi dan dukungan yang tersedia, kejadian kali ini diharapkan bisa ditangani dalam waktu lebih singkat.
Pemadaman melalui jalur darat maupun udara akan tetap dilanjutkan sembari mempersiapkan operasi modifikasi cuaca.
Gubernur Minta Penanganan Tuntas
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi telah meninjau langsung penanganan kebakaran TPA Putri Cempo pada Sabtu, 5 September 2026. Ia meminta penanganan dilakukan secara komprehensif melalui kolaborasi Pemprov Jawa Tengah, Pemkot Surakarta, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya.
"Ini harus tuntas, makin cepat makin bagus," kata mantan Kapolda Jateng itu.
Lindungi Warga dari Dampak Asap
Selain percepatan pemadaman, keselamatan warga di sekitar TPA menjadi prioritas selama proses penanganan berlangsung. Pemprov Jateng telah melakukan langkah perlindungan masyarakat dari dampak asap.
Langkah itu antara lain menyiagakan layanan kesehatan dan memberikan bantuan masker serta logistik kepada warga maupun petugas di sekitar lokasi kebakaran.