JAWA TENGAH — Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan KMK pada Senin (7/9), saham BUKA dibeli dengan harga Rp 126 per lembar pada 4 September. Setelah transaksi ini, total kepemilikan KMK meningkat dari 46,32 miliar saham atau 44,9% menjadi 47,13 miliar saham atau 45,68%.
Dalam laporan tersebut, KMK menyatakan tujuan pembelian adalah investasi dan menegaskan komitmen untuk mempertahankan pengendalian atas BUKA. Aksi borong saham ini terjadi saat struktur pendapatan Bukalapak mengalami perubahan besar.
Gaming Sumbang 87% Pendapatan di Semester I
Pada enam bulan pertama 2026, Bukalapak membukukan pendapatan Rp 3,99 triliun, naik 29,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3,09 triliun. Dari total tersebut, bisnis gaming menyumbang sekitar Rp 3,5 triliun dengan pertumbuhan 42% secara tahunan.
Segmen ini juga mencatat pendapatan Rp 1,39 triliun pada kuartal II 2026 dan berhasil membukukan adjusted EBITDA positif Rp 7 miliar. Kinerja tersebut menunjukkan pergeseran model bisnis perseroan dari marketplace konvensional menuju penjualan produk digital seperti top-up game dan voucer gaming.
Transformasi Bisnis Mulai Tampak Hasilnya
Direktur Bukalapak Victor Putra Lesmana mengatakan kinerja tersebut membuktikan transformasi yang dijalankan perseroan berjalan sesuai rencana.
"Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh, kami tetap fokus pada disiplin operasional, peningkatan kualitas pendapatan, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan di seluruh segmen," kata Victor dalam pernyataan tertulisnya pada 28 Juli 2026.
Ia menambahkan, pencapaian adjusted EBITDA yang tetap positif sepanjang semester I 2026 mencerminkan kemajuan berkelanjutan dari strategi yang dijalankan. Dengan neraca yang solid, perseroan akan terus menjaga disiplin operasional dan fokus pada pertumbuhan keberlanjutan.
Segmen Lain Justru Tertekan
Pertumbuhan gaming berbanding terbalik dengan segmen usaha lain. Pendapatan mitra Bukalapak turun 27% secara tahunan karena perusahaan lebih selektif menawarkan produk demi meningkatkan profitabilitas.
Segmen ritel juga mencatat penurunan pendapatan 14% menjadi Rp 139 miliar pada semester I 2026. Sementara itu, bisnis investasi melalui BMoney tumbuh 68% menjadi Rp 44 miliar, namun kontribusinya masih jauh lebih kecil dibandingkan gaming.
Ekspansi Internasional Jadi Motor Pertumbuhan
Perseroan tidak merinci kontribusi masing-masing kategori dalam segmen gaming, seperti top-up game, voucer digital, hingga judul gim yang paling banyak dibeli pengguna. Namun, manajemen menyebut pertumbuhan bisnis ini didorong ekspansi internasional, sehingga gaming kini menjadi tulang punggung pertumbuhan di tengah ketatnya persaingan e-commerce.
Berdasarkan katalog produk digital Bukalapak, segmen gaming mencakup top-up mata uang virtual, voucer game, hingga voucer platform gaming. Saham BUKA diperdagangkan di level Rp 126 per lembar pada transaksi 4 September, dengan kapitalisasi pasar yang terus dipantau pelaku pasar menyusul aksi korporasi KMK ini.