Pencarian

Jalan Gombel Lama Semarang Resmi Dibuka Kembali Usai Ambles, Perbaikan Rampung 4,5 Bulan Lebih Cepat dari Target

Rabu, 09 September 2026 • 09:31:01 WIB
Jalan Gombel Lama Semarang Resmi Dibuka Kembali Usai Ambles, Perbaikan Rampung 4,5 Bulan Lebih Cepat dari Target
Jalan Gombel Lama Semarang resmi dibuka kembali setelah perbaikan struktur rampung 4,5 bulan lebih cepat dari target awal.

SEMARANG — Ruas Jalan Gombel Lama yang sempat putus akibat longsor dan amblesan kini telah bisa dilalui kendaraan. Pembukaan dilakukan lebih cepat dari target awal setelah pekerjaan perbaikan struktur jalan dinyatakan tuntas.

Perbaikan ruas sepanjang titik patahan itu berlangsung sekitar 4,5 bulan, terhitung sejak 20 April 2026. Realisasi ini lebih cepat dibandingkan target awal yang mencapai tujuh bulan.

Pemicu Kerusakan: Stabilitas Lereng dan Aliran Air Tanah

PPK 3.3 BBPJN Jateng-DIY Alfan Noor Rizal menjelaskan, kerusakan jalan disebabkan dua faktor utama. Pertama, stabilitas lereng yang tidak mampu menahan beban, dan kedua, aliran air yang menggerus struktur tanah di bawah badan jalan.

"Jadi, patahan ini ada dua penyebab. Pertama stabilitas lereng, yang kedua air. Dua sumber itu harus kita tangani. Untuk stabilitas lereng kita tangani pakai bore pile. Yang kedua untuk aliran air, air kan tidak bisa kita lawan, harus kita alirkan," jelasnya, Selasa (8/9).

Anggaran Rp 16,7 Miliar dan Kedalaman Bore Pile 28 Meter

BBPJN mengerjakan perbaikan dengan memasang bore pile hingga kedalaman 28 meter untuk memperkuat stabilitas lereng. Pekerjaan lain mencakup perbaikan drainase permukaan serta pemasangan soft drain untuk mengalirkan sumber mata air di sekitar lokasi.

Total anggaran penanganan Jalan Gombel Lama mencapai sekitar Rp 16,7 miliar. Dana tersebut merupakan bagian dari paket long segment senilai Rp 181 miliar yang secara keseluruhan ditargetkan rampung pada 2027, sementara khusus ruas Gombel Lama ditargetkan selesai tahun ini.

Alfan memastikan pekerjaan utama telah selesai, termasuk perbaikan trotoar. Sisa pekerjaan hanya bersifat minor seperti pengecatan dan pemasangan patok pengarah. "Enggak, jadi kita perencanaan jalan itu sebenarnya 10 tahun. Untuk struktur 50 tahun minimal," ujarnya.

Warga Tidak Direlokasi, Rumah Terdampak Dibenahi

BBPJN memastikan tidak ada relokasi rumah warga akibat pekerjaan ini. Sejumlah perbaikan minor pada rumah warga telah dilakukan, terutama pada bagian drainase. Penyedia jasa juga memberikan dukungan melalui CSR berupa pemasangan paving dan perbaikan akses warga.

Penerangan Jalan Menunggu Keputusan Dinas Perhubungan

Pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) tidak termasuk dalam kontrak pekerjaan BBPJN. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait kebutuhan penerangan di ruas tersebut. Berdasarkan pemetaan awal, kebutuhan penerangan mencapai sekitar 400 meter, sedangkan jumlah lampu dan luminasi akan ditentukan oleh Dishub.

Pembangunan Pakuwon Tidak Sebabkan Kerusakan

Alfan menegaskan proyek pembangunan Pakuwon yang berlokasi bersebelahan tidak berdampak langsung pada kerusakan Jalan Gombel Lama. Saat pembangunan dan pekerjaan jalan berlangsung bersamaan, BBPJN tidak menemukan keretakan atau kerusakan visual di luar titik longsoran yang telah ditangani.

"Kalau berdampak secara langsung tidak, karena memang kebetulan lokasinya bersebelahan. Untuk Pakuwon memang pekerjaannya sendiri-sendiri. Jadi, kita enggak ada pengaruh apa-apa," katanya.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks