PEMALANG — Nurkholes memimpin pengarahan di Aula BKPSDM Kabupaten Pemalang yang diikuti para sekretaris dinas dan kecamatan, kepala bidang, hingga pimpinan RSUD dan Puskesmas. Sekda Pemalang Bagus Sutopo mendampingi langsung kegiatan tersebut.
Pengarahan menyasar pejabat Eselon III sebagai tulang punggung birokrasi. Nurkholes meminta mereka menerjemahkan instruksi pimpinan menjadi aksi nyata di lapangan, bukan sekadar meneruskan surat.
Pelajaran dari Persoalan Pendidikan dan Kesehatan
Nurkholes menyebut pengalaman dari berbagai persoalan di bidang pendidikan dan kesehatan harus menjadi pelajaran mahal. Koordinasi yang lambat dan komunikasi yang buruk dinilai hanya akan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
"Jangan ada lagi disharmoni di lingkungan kerja. Tingkatkan ketelitian administrasi, pastikan semua prosedur sesuai aturan, dan junjung tinggi integritas," ujar Nurkholes di hadapan para pejabat.
Ultimatum ini menempatkan integritas sebagai syarat kerja, bukan imbauan pelengkap. Pejabat yang abai prosedur berhadapan langsung dengan instruksi lisan pimpinan daerah.
Transisi Anggaran 2026 dan Perencanaan 2027
Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta memutar otak lebih kreatif dalam menyusun program kerja. Fokusnya menghadapi transisi anggaran 2026 dan perencanaan 2027.
Setiap program harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Prioritas yang disebut Nurkholes mencakup penggenjotan pertumbuhan ekonomi lokal, pemberdayaan UMKM, dan pengembangan pariwisata berbasis budaya.
"Perencanaan harus matang sejak dini agar mampu menarik kunjungan, mempercepat perputaran roda ekonomi, dan memberikan dampak nyata bagi warga Pemalang," tambahnya.
Inovasi, Respons Cepat, dan Hubungan dengan Media
Nurkholes mendorong jajarannya berani berinovasi dan bergerak cepat merespons masalah. Komunikasi yang harmonis dengan media dan masyarakat juga diminta dijalin, bukan dihindari.
"Bekerjalah secara cepat, tepat, transparan, dan akuntabel. Tidak perlu takut berlebihan selama kita tetap berpedoman pada aturan yang berlaku," pesannya.
Pesan itu menyiratkan bahwa kecepatan kerja tidak boleh dibungkus keraguan berlebihan. Selama prosedur diikuti, pejabat diminta tidak ragu mengambil keputusan.
Tindak Lanjut dari Rapat Koordinasi Pimpinan
Sekda Bagus Sutopo menyatakan pengarahan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi pimpinan sehari sebelumnya. Seluruh poin penting yang disampaikan Plt Bupati diminta segera dicatat dan dieksekusi di masing-masing instansi.
Eksekusi di tingkat OPD menjadi ujian pertama ultimatum tersebut. Warga Pemalang menunggu apakah instruksi integritas dan percepatan layanan berujung pada perubahan nyata di meja pelayanan.