Pencarian

Tradisi Hungry Ghost di Wihara Gunung Timur Medan, Bakar Kertas untuk Leluhur

Jumat, 28 Agustus 2026 • 13:35:32 WIB
Tradisi Hungry Ghost di Wihara Gunung Timur Medan, Bakar Kertas untuk Leluhur
Umat Tionghoa membakar kertas persembahan dalam perayaan Hungry Ghost Festival di Wihara Gunung Timur, Medan.

JAWA TENGAH — Perayaan tahunan ini menghadirkan suasana berbeda di kawasan Wihara Gunung Timur, Medan. Asap dari pembakaran kertas persembahan membubung di antara bangunan wihara, diikuti lantunan doa yang dipanjatkan warga Tionghoa. Bagi wisatawan yang kebetulan berada di Medan saat musim perayaan ini, menyaksikan langsung prosesinya bisa menjadi pengalaman budaya yang tak terlupakan.

Makna di Balik Pembakaran Kertas Persembahan

Hungry Ghost Festival atau Perayaan Bulan Hantu adalah tradisi yang dilakukan umat Tionghoa untuk menghormati arwah leluhur. Pada bulan ketujuh kalender Imlek, masyarakat percaya pintu dunia bawah terbuka dan arwah berkeliaran di dunia manusia.

Pembakaran kertas persembahan—berupa replika uang, rumah, hingga pakaian dari kertas—menjadi simbol pemberian kepada leluhur di alam sana. Warga berbondong-bondong membawa perlengkapan sembahyang dan menyalakannya di area yang telah disediakan wihara.

Suasana di Wihara Gunung Timur

Wihara Gunung Timur merupakan salah satu tempat ibadah Tionghoa tertua dan terbesar di Medan. Saat perayaan berlangsung, area wihara dipadati pengunjung yang datang untuk berdoa maupun sekadar menyaksikan prosesi.

Bau dupa bercampur asap kertas terbakar menyelimuti pelataran wihara. Warga tampak khusyuk membakar kertas satu per satu sambil membacakan doa. Pemandangan ini jadi sisi lain dari Medan yang jarang terlihat wisatawan umum.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan Pengunjung

Bagi wisatawan yang tertarik menyaksikan tradisi ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Mengamati prosesi pembakaran kertas persembahan dari area yang aman
  • Berfoto di arsitektur khas wihara yang bernuansa Tionghoa klasik
  • Belajar tentang makna filosofis di balik setiap ritual yang dijalankan
  • Mencicipi kuliner khas yang biasanya bermunculan di sekitar kawasan wihara saat perayaan

Waktu Terbaik Berkunjung

Perayaan Hungry Ghost berlangsung setiap tahun mengikuti penanggalan Imlek, tepatnya pada bulan ketujuh. Durasi perayaannya berlangsung selama sebulan penuh, dengan puncak acara biasanya terjadi di pertengahan bulan.

Wisatawan yang ingin melihat kemeriahan prosesi disarankan datang pada sore hingga malam hari, saat aktivitas pembakaran kertas persembahan paling ramai dilakukan.

Tips Menyaksikan Perayaan

Jika berencana datang ke Wihara Gunung Timur saat perayaan berlangsung, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hormati prosesi yang sedang berjalan dan jangan mengganggu warga yang sedang berdoa. Gunakan pakaian sopan karena lokasi ini adalah tempat ibadah.

Perhatikan juga arah angin saat pembakaran kertas berlangsung agar tidak terlalu dekat dengan kepulan asap. Bagi yang membawa anak kecil, awasi mereka agar tidak bermain di dekat area pembakaran.

Perayaan Hungry Ghost di Wihara Gunung Timur menawarkan pengalaman wisata budaya yang berbeda dari biasanya. Bagi traveler yang ingin memahami akulturasi dan tradisi Tionghoa di Sumatera Utara, momen ini jadi waktu yang tepat untuk berkunjung. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal pasti perayaan dapat dikonfirmasi langsung ke pengurus wihara atau dinas pariwisata setempat.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks