JAWA TENGAH — Kampung Adat Sade, salah satu destinasi budaya paling terkenal di Lombok, mengalami musibah besar. Api melalap 129 rumah tradisional Suku Sasak, termasuk masjid, museum, dan lapak UMKM di kawasan yang dihuni sekitar 700 orang ini. Bagi traveler yang berencana berkunjung ke Lombok, memahami kondisi terkini kampung adat ini penting sebelum menyusun itinerary.
Dinas Kebudayaan NTB langsung bergerak setelah insiden. Kepala Dinas Kebudayaan NTB, Muhamad Ihwan, menyatakan timnya kini fokus pada inventarisasi dan penyelamatan artefak yang tersisa dari kobaran api.
"Bagian terpenting adalah menyelamatkan artefak-artefak kebudayaan, termasuk cerita-cerita warga setempat," ujar Ihwan saat meninjau lokasi di Lombok Tengah, Minggu (24/8/2026).
Tenun Sasak Jadi Prioritas Penyelamatan
Sade selama ini dikenal sebagai sentra tenun khas Sasak yang disebut nyesek. Rumah-rumah adatnya juga berfungsi sebagai ruang pewarisan pengetahuan turun-temurun. Kebakaran ini tidak hanya memusnahkan bangunan, tetapi juga mengancam keberlangsungan tradisi menenun yang menjadi mata pencaharian utama warga.
Ihwan menekankan pentingnya dokumentasi menyeluruh terhadap peralatan tenun agar warisan budaya ini bisa dipulihkan. "Dusun ini terkenal dengan tenun, maka barang-barang yang berkaitan dengan tenun perlu dilakukan dokumentasi. Kemudian ditiru (buat replika) supaya kalau ada kebakaran seperti ini, warga masih memiliki alat lain," jelasnya.
Rekonstruksi Melibatkan Tetua Adat
Proses pemulihan tidak akan berjalan sendiri. Dinas Kebudayaan NTB akan menyusun langkah rekonstruksi bersama Balai Pelestarian Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, dan para tetua adat setempat. Masyarakat adat sebagai pemilik kebudayaan akan dilibatkan penuh dalam perencanaan penataan ulang kawasan.
"Kami mengajak masyarakat sebagai pemilik kebudayaan untuk berpikir bersama bagaimana langkah supaya Kampung Adat Sade tidak hilang mengingat kawasan ini terkenal secara internasional," kata Ihwan.
Evaluasi Sistem Mitigasi Bencana Desa Adat
Insiden ini menjadi alarm bagi desa adat lain di NTB. Beberapa bulan sebelumnya, Kampung Adat Bayan juga mengalami kebakaran serupa. Ihwan mengingatkan bahwa seluruh desa adat di NTB wajib dilengkapi sistem pemadam kebakaran dan early warning system.
"Semua desa adat di Nusa Tenggara Barat perlu dilengkapi sistem pemadam kebakaran atau early warning system. Desa adat juga harus memiliki aparatur yang dilatih khusus untuk mitigasi bencana," tegasnya.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga kini, penyebab pasti api belum diketahui. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik di salah satu bangunan. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyebut ada kemungkinan kebakaran berkaitan dengan aliran listrik, namun investigasi masih berjalan.
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Lombok, kondisi Kampung Adat Sade saat ini sedang dalam masa pemulihan. Disarankan untuk memantau informasi resmi dari Dinas Pariwisata Lombok Tengah sebelum mengunjungi lokasi. Meski terdampak, semangat masyarakat Sade untuk mempertahankan identitas budaya mereka tetap menjadi daya tarik utama yang patut didukung.