Pencarian

889 Desa Wisata di Jawa Tengah Masih Berstatus Rintisan, Disparekraf Dorong Budaya Lokal Jadi Atraksi

Selasa, 11 Agustus 2026 • 11:01:01 WIB
889 Desa Wisata di Jawa Tengah Masih Berstatus Rintisan, Disparekraf Dorong Budaya Lokal Jadi Atraksi
Ratusan desa wisata di Jawa Tengah masih berstatus rintisan dan membutuhkan pengembangan lebih lanjut.

SEMARANG — Dari total 889 desa wisata yang tersebar di kabupaten/kota se-Jawa Tengah, sebagian besar masih berada di tahap awal pengembangan. Disparekraf menilai pengembangan berbasis budaya menjadi kunci agar desa-desa tersebut tidak berhenti pada status rintisan.

Sekretaris Disparekraf Jawa Tengah Endro Wicaksa mengungkapkan, desa wisata saat ini masih banyak yang mengandalkan keindahan alam. Padahal, potensi budaya dan heritage yang dimiliki daerah dinilai belum tergarap maksimal.

Budaya Harus Dikonservasi Sebelum Dijual ke Wisatawan

Endro menegaskan, orientasi pengembangan desa wisata tidak boleh semata-mata mengejar keuntungan ekonomi. Pelestarian budaya disebutnya menjadi tahapan awal yang wajib dilakukan sebelum dikemas menjadi daya tarik wisata.

“Budaya itu harus dikonservasi dulu, dihidupkan kembali oleh masyarakat, kemudian dimanfaatkan dan dikembangkan,” kata Endro saat dikonfirmasi, Minggu (9/8/2026).

“Dari situ baru bagaimana budaya tersebut bisa menjadi atraksi dan memiliki manfaat ekonomi,” imbuhnya.

Proses Panjang dan Peran SDM Lokal

Endro memberikan contoh Desa Bugisan di Kabupaten Klaten yang dinilai memiliki potensi budaya dan heritage untuk dikembangkan. Namun, ia mengingatkan bahwa membangun desa wisata tidak bisa dilakukan secara instan.

“Pengembangan desa wisata itu prosesnya panjang. Kita tidak bisa membangun destinasi dalam satu atau dua tahun,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penentu. Masyarakat setempat harus paham dan mampu menghidupkan budayanya sendiri sebelum akhirnya menyajikannya sebagai paket atraksi bagi pengunjung.

“Yang paling penting adalah bagaimana SDM-nya berkembang, masyarakatnya memahami dan menghidupkan budayanya, kemudian mengemasnya menjadi atraksi wisata,” paparnya.

Target Kenaikan Kelas Desa Wisata

Pemprov Jawa Tengah menargetkan desa wisata rintisan dapat naik kelas menjadi desa wisata berkembang, lalu berlanjut ke status maju. Adapun desa wisata yang sudah maju didorong untuk mempertahankan kualitas pengelolaan dan keberlanjutannya.

Dengan pendampingan berkelanjutan, Disparekraf berharap desa-desa wisata di Jawa Tengah tidak hanya menjadi tujuan liburan, tetapi juga garda terdepan pelestarian budaya lokal yang memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks