SUKOHARJO — Rangkaian acara tidak berhenti pada santunan. Puluhan anak yatim yang hadir bersama orang tua mereka juga mendapat pendampingan soal mengelola keuangan rumah tangga di tengah tekanan ekonomi.
Kegiatan bertema "Memberdayakan Anggota, Menebar Kebaikan untuk Sesama" ini menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis sebelum acara inti dimulai. KSPPS Kossuma Cita Mandiri menggandeng Baitul Maal PBMT Kabupaten Sukoharjo dan PD Salimah Sukoharjo dalam penyelenggaraannya.
Santunan untuk 50 Anak Yatim dan Dhuafa
Ketua Baitul Maal PBMT Kabupaten Sukoharjo, Nur Rohmat, menegaskan bahwa koperasi memiliki tanggung jawab sosial yang tidak berhenti pada urusan simpan pinjam.
"Koperasi tidak sekadar berorientasi profit, namun juga memiliki peran meningkatkan kesejahteraan anggota dan lingkungan masyarakat di sekitarnya," ujarnya.
Menurut Nur Rohmat, bantuan ini diharapkan meringankan kebutuhan sehari-hari keluarga dhuafa. Ia menambahkan bahwa kepedulian sosial semacam ini menjadi bagian dari fungsi koperasi sebagai lembaga ekonomi kerakyatan.
Bekal Mengatur Pemasukan dan Pengeluaran Keluarga
Sesi utama dalam milad kali ini justru menyasar pengelolaan keuangan. Para peserta mengikuti kajian literasi keuangan bertajuk "Mengokohkan Ketahanan Ekonomi Keluarga" yang dibawakan Rifuwanti.
Materi yang disampaikan mencakup hal-hal praktis: menyusun skala prioritas kebutuhan, memetakan pemasukan dan pengeluaran, hingga membangun kebiasaan finansial yang sehat. Topik ini dinilai relevan karena banyak keluarga masih kesulitan membedakan kebutuhan dan keinginan saat belanja bulanan.
Ketua PD Salimah Sukoharjo, Titik Haryanti, menyebut kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat silaturahmi antaranggota sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya literasi keuangan dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga," jelasnya.
Komitmen Koperasi di Usia 16 Tahun
Ketua Pengurus KSPPS Kossuma Cita Mandiri Sukoharjo, Rosiena Retno Suryani, mengatakan perayaan ini menjadi momentum evaluasi perjalanan lembaga sekaligus perluasan manfaat bagi masyarakat.
"Milad ke-16 tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan lembaga, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada anggota dan masyarakat," kata Rosiena.
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen memperkuat kesehatan koperasi dan meningkatkan kapasitas anggota. Ke depan, program-program yang menyentuh langsung kebutuhan warga akan terus diperbanyak.
"Di usia 16 tahun KSPPS Kossuma Cita Mandiri berkomitmen untuk terus bertumbuh, memperkuat kesehatan koperasi, meningkatkan kapasitas anggota, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ungkapnya.
Perpaduan antara bantuan sosial dan pendidikan keuangan ini menjadikan kegiatan koperasi tidak sekadar seremonial. Pendekatan tersebut menyentuh dua persoalan sekaligus: kebutuhan jangka pendek warga kurang mampu dan kemampuan jangka panjang keluarga dalam mengelola ekonomi.