SEMARANG — Dua mobil tangki bercat dinas terlihat berhenti di tengah permukiman Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Jumat (21/8/2026). Ratusan warga yang sudah lama mengantre dengan membawa jeriken dan ember langsung bergegas mendekat. Mereka adalah bagian dari 870 jiwa yang selama tiga bulan terakhir harus berjuang keras mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo, menjelaskan total 13.000 liter air bersih diangkut menggunakan dua armada tangki dengan kapasitas berbeda, yakni 5.000 liter dan 8.000 liter. Pendistribusian ini melibatkan personel Polsek Suruh, Koramil 08 Suruh, Satgas Linmas Kecamatan Suruh, hingga Satlinmas Desa Kedungringin.
Sumur Dangkal Tak Lagi Cukup untuk Minum hingga Ternak
Maya (31), salah satu warga setempat, menuturkan selama ini warga mengandalkan sumur dangkal di rumah masing-masing. Namun, intensitas kemarau yang panjang membuat debit air berkurang drastis, bahkan tak mampu memenuhi kebutuhan satu keluarga.
“Kalaupun ada sumur warga yang masih bisa dimanfaatkan, airnya sangat terbatas dan tidak mencukupi kebutuhan satu keluarga,” ungkap Maya.
Kondisi ini memaksa warga untuk menunggu beberapa hari setelah mengambil air agar sumur kembali terisi sebelum dapat dipompa. Kesulitan itu bukan hanya berdampak pada kebutuhan minum dan memasak, tetapi juga pasokan air untuk minum ternak yang menjadi salah satu mata pencaharian warga.
Bantuan Berulang Kali karena Akses Air Memang Sulit
Kepala Desa Kedungringin, Nur Habibi, membenarkan bahwa bantuan air bersih ini bukan yang pertama kali datang ke Dusun Jagir. Menurutnya, akses air bersih memang sudah sangat sulit didapatkan oleh ratusan jiwa di wilayah tersebut.
“Ini sudah bantuan air bersih untuk yang kesekian kali, karena akses air bersih memang sudah sangat sulit bagi 870 jiwa warga yang ada di Dusun Jagir ini,” ujarnya.
Ia berharap pasokan air yang datang dapat dimanfaatkan warga secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan pokok, terutama di tengah puncak musim kemarau yang biasanya berlangsung hingga beberapa pekan ke depan.
Polri: Kehadiran Kami Bukan Cuma Jaga Kamtibmas
AKBP Heru Dwi Purnomo menegaskan kegiatan sosial ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, air bersih adalah kebutuhan fundamental yang harus terpenuhi, dan kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya berhenti pada tugas menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar berupa air bersih,” kata Heru.
“Kehadiran anggota kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya dalam konteks menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam hal yang memberikan manfaat secara langsung,” tandasnya.