PEMALANG — Ratusan warga di wilayah selatan Pemalang dan Tegal akhirnya bisa bernapas lega. Pasokan air bersih yang selama berminggu-minggu menipis akibat musim kemarau panjang, mulai terisi kembali berkat aksi kemanusiaan yang digerakkan Komunitas Gusdurian.
Mereka menyisir lima titik rawan kekeringan, mulai dari lereng pegunungan di Kecamatan Belik hingga dataran tinggi di Kecamatan Pulosari. Total 15.000 liter air bersih didistribusikan menggunakan mobil tangki, dibantu para santri Pondok Pesantren Babussalam Nurul Iman Sikasur.
Lima Titik yang Menjadi Prioritas Penyaluran
Pada hari pertama, Sabtu (15/8/2026), bantuan difokuskan di tiga lokasi. Dua di antaranya berada di Kabupaten Pemalang, yakni Dusun Potongan, Desa Gombong, dan Dusun Bulu, Desa Belik, Kecamatan Belik. Pondok Pesantren API Assalafy Belik juga menjadi sasaran distribusi pada hari yang sama.
Rombongan kemudian bergeser ke Kabupaten Tegal. Tepatnya di Desa Tamansari, Kecamatan Jatinegara, yang mencakup tiga titik dusun. Hari kedua, Minggu (16/8/2026), penyaluran dipusatkan di Dukuh Kantong, Desa Siremeng, Kecamatan Pulosari.
Rutin Digelar Sejak 2023, Fokus pada Daerah Rawan
Koordinator Komunitas Gusdurian Pemalang, Abdul Azis Nurizun, mengatakan kegiatan ini bukan aksi dadakan. Sejak 2023, pihaknya rutin menggelar distribusi air bersih setiap musim kemarau tiba.
"Ini sudah berjalan sejak tahun 2023. Kami bekerja sama juga dengan Lembaga Gusdurian Peduli. Kami hadir untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan," ujarnya kepada Joglo Jateng, Minggu (16/8/2026).
Azis menjelaskan, pendistribusian sengaja diprioritaskan ke daerah-daerah yang masuk kategori rawan bencana kekeringan. Titik-titik tersebut biasanya berada di kawasan perbukitan dengan sumber air yang cepat mengering saat kemarau panjang.
Warga Mengantre Tertib, Beban Hidup Harian Berkurang
Antusiasme warga terlihat jelas saat mobil tangki tiba. Mereka mengantre secara tertib dengan membawa jeriken dan ember, bersiap menampung air untuk kebutuhan minum, memasak, dan mandi.
Menurut Azis, kebutuhan air bersih selalu menjadi persoalan serius bagi sebagian masyarakat ketika musim kemarau berlangsung cukup lama. Kehadiran mereka di lapangan menjadi upaya nyata untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang tengah kesulitan.
"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat. Kami juga mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama peduli terhadap warga yang membutuhkan, khususnya dalam menghadapi dampak kekeringan," pungkas Azis.