SEMARANG — Maulana menutup perjalanan di nomor snooker 16 red dengan medali perunggu. Pada babak semifinal, atlet Kabupaten Cilacap tampil lebih stabil dan memaksa Maulana mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-2.
Hasil tersebut membuat langkah Maulana terhenti satu tingkat sebelum final. Meski begitu, atlet KONI Kota Semarang itu menilai pertandingan berlangsung kompetitif sejak gim pertama.
Peluang yang Tak Berpihak di Meja Pertandingan
Maulana menyebut sejumlah peluang yang diharapkan tidak berpihak kepadanya. Ia menilai lawan tampil lebih konsisten dan mampu memanfaatkan setiap kesempatan yang terbuka.
"Hari ini cuma bisa membawa perunggu untuk Kota Semarang. Permainan kurang hoki," ungkap Maulana seusai pertandingan.
Menurut dia, atlet Cilacap mampu menjaga kestabilan pukulan. Kondisi itu membuat lawan lebih leluasa mengendalikan jalannya pertandingan.
"Permainannya bagus dan beruntung juga. Atlet Cilacap bisa mendominasi permainan, pukulannya lebih stabil dan hoki terus," tuturnya.
Satu Kesalahan Kecil Bisa Membalik Situasi
Maulana mengakui bahwa dalam biliar, satu kesalahan kecil dapat mengubah situasi di meja. Ketika berusaha memainkan strategi bertahan atau safety shot, posisi bola terkadang justru membuka kesempatan bagi lawan untuk mencetak angka.
Format semifinal yang menggunakan sistem race to two atau pemain harus lebih dahulu memenangi dua gim membuat setiap peluang menjadi sangat menentukan.
"Kadang bola susah didapat. Saat kita mau safety, malah memberikan posisi yang menguntungkan lawan. Apalagi race-nya cuma mencari dua kemenangan," jelasnya.
Nomor 6 Red Jadi Target Berikutnya
Kekecewaan setelah gagal mencapai final tidak ingin berlarut-larut. Maulana kini mengalihkan perhatian ke nomor snooker 6 red yang dijadwalkan berlangsung Selasa (27/10/2026) di lokasi yang sama, Kingdoom Srondol, Semarang.
Nomor 6 red memberi peluang baru bagi Maulana untuk menambah koleksi medali bagi kontingen Kota Semarang. Persiapan dilakukan dengan menata ulang fokus setelah kekalahan di semifinal 16 red.
Porprov XVII Jawa Tengah 2026 sendiri mempertemukan atlet dari berbagai kabupaten dan kota di sejumlah cabang olahraga, termasuk biliar. Medali perunggu Maulana menjadi salah satu kontribusi awal bagi KONI Kota Semarang di cabang snooker.