JAWA TENGAH — Penutupan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memaksa maskapai mengubah jalur penerbangan. Garuda Indonesia menjadi salah satu yang terdampak, dengan empat penerbangannya kini mendarat di Bandara Kertajati sebagai lokasi alternatif.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan, pengalihan pendaratan ke Kertajati sebenarnya sudah dilakukan sejak hari sebelumnya. Rencananya, pada Senin (7/9), bandara yang berlokasi di Majalengka itu juga akan menerima kedatangan pesawat dari dua kota besar di Eropa dan Timur Tengah.
"Hari ini rencananya akan dilakukan juga pendaratan di Kertajati untuk penerbangan dari Jeddah dan Amsterdam," ujar Dudy saat meninjau Bandara Soekarno-Hatta, Senin (7/9), dikutip dari siaran pers.
Bandara Alternatif dan Strategi Maskapai Asing
Kertajati hanyalah salah satu dari beberapa bandara yang disiapkan pemerintah sebagai pelarian. Dudy menyebutkan, Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara Juanda di Jawa Timur, serta dua bandara di Jawa Tengah juga menjadi opsi penerbangan pengganti.
Untuk menangani lonjakan penumpang yang tertahan, maskapai asing pun diminta beradaptasi. Dudy mencontohkan Singapore Airlines yang bakal mengganti armadanya dari Boeing 737-800 menjadi Airbus A350. Langkah ini ditempuh agar kapasitas angkut penumpang lebih besar, terutama untuk mereka yang ingin pulang ke Indonesia.
"Masyarakat yang terbang dari Singapura bisa kembali melalui Surabaya. Kemudian Singapore Airlines juga akan memproses penerbangan ke Yogyakarta sebagai bandara alternatif," jelas Dudy.
Status Terkini Bandara Terdampak Abu Vulkanik
Di tengah upaya pemulihan, pemerintah terus melakukan uji paper test untuk memastikan keamanan operasional penerbangan. Dari serangkaian pengetesan tersebut, satu bandara di Sumatera Selatan dinyatakan aman dari paparan abu vulkanik.
Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, menunjukkan hasil negatif dan resmi kembali beroperasi normal. Namun, tujuh bandara lain masih ditutup sementara. Selain Soekarno-Hatta di Banten, penutupan juga berlaku untuk Bandara Radin Inten II di Lampung, Bandara Budiarto dan Pondok Cabe di Banten, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas di Lampung, serta Bandara Husein Sastranegara di Jawa Barat.
Belum ada kepastian kapan bandara-bandara tersebut akan dibuka kembali. Pemerintah masih menunggu hasil evaluasi lanjutan terkait penyebaran abu vulkanik sebelum mengambil keputusan lebih jauh.