JAWA TENGAH — Adobe membawa ekosistem kreatifnya ke dalam platform kolaborasi Slack melalui aplikasi baru yang diluncurkan hari ini. Langkah ini menyasar tim kreatif dan bisnis yang selama ini bekerja terpisah antara aplikasi desain dan alat komunikasi, sebuah masalah umum yang juga dihadapi banyak perusahaan digital di Indonesia.
Apa Saja yang Bisa Dikerjakan Tim di Slack?
Aplikasi ini mengintegrasikan rangkaian produk unggulan Adobe, termasuk Photoshop untuk editing gambar, Premiere untuk video, Acrobat untuk PDF, serta Firefly dan Express untuk kebutuhan desain berbasis AI generatif. Pengguna juga dapat mengakses Illustrator, InDesign, Lightroom, hingga Adobe Stock tanpa keluar dari antarmuka Slack.
Slackbot bertindak sebagai perantara utama. Asisten ini mampu menarik konteks dari pesan, file, kanal, atau Canvas di Slack sebelum memanggil alat Adobe yang relevan dengan perintah pengguna. Artinya, sebuah brief proyek yang ada di kanal Slack bisa langsung diubah menjadi PDF, gambar, atau video hanya dengan instruksi tekstual.
Apa Dampaknya bagi Alur Kerja Kreatif?
Skenario penggunaan yang dibayangkan Adobe cukup spesifik. Misalnya, seorang manajer kampanye bisa meminta Slackbot merangkum brief proyek, lalu langsung memerintahkan pembuatan aset visual dari ringkasan tersebut. Tim juga bisa mencari aset Creative Cloud berdasarkan subjek, gaya, atau mood, kemudian membawanya masuk ke alur kerja Slack untuk dieksekusi lebih lanjut.
Untuk kebutuhan operasional harian, pengguna dapat melakukan berbagai tugas penyempurnaan seperti menghapus latar belakang dan distraksi lain, mengatur pencahayaan dan tone, memotong gambar, hingga memproduksi beberapa variasi desain sekaligus. Fitur ini juga mencakup pengubahan tabel data menjadi visual yang mudah dibagikan, serta membantu proses resize materi kampanye yang sudah disetujui agar cocok untuk berbagai platform media sosial.
Bagaimana Cara Mengakses Adobe for Slack?
Adobe for Slack tersedia secara global untuk pelanggan paket Slack Business+ dan Enterprise+, mencakup pengguna desktop, web, dan mobile. Pengguna dapat mencoba aplikasi ini tanpa akun Adobe, namun proses masuk (sign in) akan membuka akses ke lebih banyak alat, fitur AI generatif, file Creative Cloud, serta kelanjutan sesi kerja antar perangkat.
Peluncuran ini merupakan bagian dari strategi besar Adobe untuk menghadirkan produknya di dalam asisten AI percakapan. Perusahaan sebelumnya sudah mendukung integrasi dengan ChatGPT, Claude, dan Copilot milik Microsoft. Dukungan untuk asisten AI Gemini dari Google disebutkan sedang dalam proses integrasi.