JAWA TENGAH — Beberapa judul berikut berhasil memicu diskusi publik karena mengangkat konflik pernikahan yang dekat dengan realita. Ipar adalah Maut (2024) garapan Hanung Bramantyo bercerita tentang Nisa (Michelle Ziudith) dan Aris (Deva Mahenra) yang rumah tangganya hancur setelah adik kandung Nisa, Rani (Davina Karamoy), tinggal serumah dan menjalin hubungan terlarang dengan Aris.
Sebelumnya, Noktah Merah Perkawinan (2022) membawa kisah dari sinetron legendaris era 90-an ke layar lebar. Film ini dibintangi Marsha Timothy dan Oka Antara sebagai pasangan yang rumah tangganya goyah setelah sebelas tahun menikah, diuji oleh pertengkaran hebat dan kehadiran orang ketiga bernama Yuli (Sheila Dara Aisha). Adaptasi ini menampilkan konflik yang terasa lebih dewasa dan dekat dengan realita.
Dari serial yang viral, Layangan Putus 2 (2023) melanjutkan kisah Kinan (Raihaanun) yang harus menjalani hidup sebagai orang tua tunggal setelah bercerai dari Aris (Reza Rahadian) akibat perselingkuhan dengan Lidya (Anya Geraldine). Film ini tetap menghadirkan drama emosional dan menjadi salah satu judul yang paling dinanti penggemar serialnya.
Komedi dan Kisah Adaptasi Pasangan Muda
Tak semua cerita rumah tangga berakhir dramatis. Beberapa film justru mengangkat sisi komedi dari kehidupan pernikahan, khususnya bagi pasangan muda yang baru memulai hidup bersama. Pasutri Gaje (2024), diadaptasi dari webtoon populer, menampilkan Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari sebagai pegawai negeri yang canggung. Setelah menikah, mereka harus menghadapi masalah keuangan dan tinggal sementara di rumah mertua.
Sementara itu, Kapan Hamil? (2023) mengangkat tekanan sosial pada pasangan yang belum dikaruniai anak. Film komedi yang dibintangi Fedi Nuril, Laura Basuki, Zidni Ilman Hakim, dan Gita Virga ini mengikuti dua pasangan yang terus ditanya "kapan hamil" oleh orang terdekat, hingga akhirnya mereka menempuh program bayi tabung.
Dari sisi drama keluarga, Dua Hati Biru (2024) melanjutkan kisah Bima (Angga Yunanda) dan Dara (Aisha Nurra Datau) dari Dua Garis Biru. Empat tahun setelah menikah karena kehamilan di luar rencana, Dara kembali dari Korea Selatan dan keduanya harus belajar menjadi orang tua sekaligus pasangan yang utuh. Sutradara Gina S. Noer dan Dinna Jasanti menggarap sekuel ini dengan pendekatan yang dewasa.
Kisah yang Menggugah dari Perspektif Berbeda
Sejumlah film lain menawarkan sudut pandang baru dalam melihat pernikahan. Kupilih Jalur Langit (2026) yang dibintangi Zee Asadel dan Emir Mahira bercerita tentang santriwati yang dijodohkan dengan ustaz idamannya, namun harus menghadapi sikap dingin suami yang masih terbayang masa lalu. Film ini tayang pada 23 April 2026 dan disutradarai oleh Archie Hekagery.
Dengan premis yang lebih unik, Sore: Istri dari Masa Depan (2025) menghadirkan Dion Wiyoko sebagai Jonathan, fotografer yang hidupnya berubah ketika Sheila Dara Aisha muncul mengaku sebagai istrinya dari masa depan. Yandy Laurens yang menyutradarai film ini mengemas kisah tentang perubahan hidup dengan sentuhan fantasi.
Dari tahun 2019, Twivortiare mengadaptasi novel Ika Natassa dengan menghadirkan Reza Rahadian dan Raihaanun sebagai Beno dan Alexandra. Keduanya memutuskan bercerai setelah lelah dengan konflik rumah tangga, namun perceraian tersebut tidak pernah benar-benar tuntas.
Kehadiran film-film ini menunjukkan bahwa industri perfilman Indonesia semakin berani mengeksplorasi isu pernikahan dengan berbagai perspektif. Dari drama berat hingga komedi ringan, semuanya berusaha merefleksikan realita yang dihadapi banyak pasangan di Indonesia, sekaligus menjadi cermin bagi penonton untuk memahami kompleksitas bahtera rumah tangga.