Pencarian

2.655 Hektare Sawah di Pati Terancam Gagal Panen, Sungai Silugonggo Surut Drastis Akibat Kemarau Panjang

Senin, 31 Agustus 2026 • 13:46:31 WIB
2.655 Hektare Sawah di Pati Terancam Gagal Panen, Sungai Silugonggo Surut Drastis Akibat Kemarau Panjang
Sebanyak 2.655 hektare sawah di Kabupaten Pati terancam gagal panen akibat surutnya debit air Sungai Silugonggo karena kemarau panjang.

PATI — Kemarau panjang yang melanda Jawa Tengah mulai menghantam sektor pertanian paling produktif di Kabupaten Pati. Data terbaru dari Dispertan setempat menyebutkan, sedikitnya 2.655 hektare sawah dari total 3.057 hektare tanaman padi yang ada terancam puso atau gagal panen.

Penyebab utamanya, debit air Sungai Silugonggo yang selama ini menjadi tulang punggung irigasi di kawasan tersebut terus menyusut. Para petani di bantaran sungai yang membentang di sejumlah kecamatan kini kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi sawah mereka.

Lima Kecamatan Terdampak, Gabus Paling Luas

Kepala Dispertan Pati, Ratri Wijayanto, merinci sebaran lahan yang terancam kering. Kecamatan Gabus menjadi wilayah dengan potensi gagal panen terluas, mencapai 764 hektare sawah yang berada di sekitaran bantaran Sungai Silugonggo.

Disusul Kecamatan Pati dengan 706 hektare, Margorejo 469 hektare, Jakenan 442 hektare, dan Kayen 210 hektare. Seluruh lahan tersebut kini dalam kondisi kritis dan membutuhkan penanganan segera sebelum tanaman padi mengering dan tidak bisa dipanen.

Pemda Ajukan Permohonan Penggelontoran ke BBWS

Pemerintah kabupaten tidak tinggal diam. Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, telah mengirimkan surat resmi kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Surat tersebut berisi permohonan agar dilakukan penggelontoran air ke Sungai Silugonggo.

"Potensi gagal panen pastinya ada. Namun pak Plt Bupati Pati masih berupaya bersurat ke BBWS Pemali Juwana sebagai bentuk upaya penggelontoran di Sungai Silugonggo agar airnya nanti bisa dimanfaatkan untuk pertanian," ungkap Ratri, Senin 31 Agustus 2026.

Langkah ini diharapkan mampu menambah pasokan air di sungai tersebut sehingga kebutuhan pengairan ribuan hektare sawah yang terdampak dapat terpenuhi.

Antisipasi Agar Dampak Kemarau Tak Meluas

Selain mengupayakan tambahan pasokan air, Dispertan Pati terus memantau perkembangan kondisi lahan pertanian dan ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah. Pemantauan ini penting dilakukan agar dampak kemarau tidak menyebar ke area persawahan lainnya.

Dengan adanya penggelontoran air dari BBWS, pemerintah daerah berharap 2.655 hektare lahan yang terancam gagal panen masih dapat diselamatkan. Upaya ini menjadi kunci untuk mempertahankan produktivitas pertanian dan melindungi para petani Pati dari kerugian ekonomi yang lebih besar akibat kekeringan.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mantranews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks