KUDUS — Semarak Agustusan di Kecamatan Bae tahun ini berjalan berbeda dari sekadar euforia lomba. Pemerintah kecamatan menyulap momen HUT ke-81 RI menjadi ajang penguatan ekonomi desa melalui pameran produk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang digelar bersamaan dengan perlombaan rakyat.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (14/8/2026) itu mempertemukan puluhan pelaku usaha desa dengan warga sekitar. Aneka camilan, kuliner khas, hingga kerajinan tangan dipamerkan dalam bazar yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Lomba Tradisional hingga Estafet Air Meriahkan Halaman Kecamatan
Di sisi lain, kemeriahan tetap terjaga lewat beragam permainan yang digelar di halaman kecamatan. Lomba estafet lempar air, estafet karet dalam tepung, dan memasukkan pensil ke botol menjadi primadona yang mengundang gelak tawa peserta.
Sebelumnya, pada hari pertama perayaan, panitia juga menggelar lomba karaoke dan tenis meja. Rangkaian ini dirancang untuk melibatkan semua lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Semangat Kemerdekaan dan Kemandirian Ekonomi Desa
Camat Bae, Syafi'i, menegaskan bahwa peringatan kali ini sengaja dirancang untuk memberi manfaat berkelanjutan bagi warga. Ia menyebut kehadiran bazar merupakan wujud komitmen pemerintah kecamatan dalam mendorong produk lokal agar semakin dikenal dan berdaya saing.
"Melalui momentum perayaan HUT RI ke-81 ini, kami ingin membangkitkan kembali semangat kebersamaan masyarakat Kecamatan Bae. Kehadiran Bazar Produk BUMDes ini adalah bentuk komitmen kami untuk mengangkat potensi ekonomi lokal agar makin dikenal luas dan berdaya saing," tuturnya.
Menurut Syafi'i, semangat kemerdekaan sejalan dengan upaya mendorong kemandirian masyarakat. Dengan melibatkan produk BUMDes, ia berharap potensi ekonomi desa bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
Pengajian Umum Jadi Penutup Rangkaian HUT RI
Rangkaian perayaan belum berakhir. Pemerintah Kecamatan Bae akan menggelar Pengajian Umum sebagai agenda pamungkas pada Kamis (27/8/2026) pukul 19.00 WIB.
Kegiatan keagamaan tersebut diharapkan menjadi penutup yang khidmat sekaligus memperkuat dimensi spiritual dalam perayaan kemerdekaan di tingkat kecamatan.