SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan komitmennya mendukung pembinaan cabang olahraga dayung yang selama beberapa tahun terakhir kehilangan taji di kompetisi tingkat tinggi. Dukungan tersebut mengemuka dalam audiensi Pengurus Provinsi PODSI Jateng dengan orang nomor satu di Pemprov Jateng itu di Semarang, pekan ini.
Ketua Pengprov PODSI Jateng, Maryadi Utama, mengungkapkan bahwa dayung Jateng sudah lama tidak menyumbang prestasi membanggakan. Catatan terakhir yang dimiliki berasal dari atlet asal Blora, Rifki Bagus Winoyo, yang berhasil merebut medali perunggu pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.
Menurut Maryadi, vakumnya prestasi itu harus segera diakhiri. Ia pun mendorong adanya sinergisitas dalam berbagai kejuaraan dayung, mulai dari level pelajar hingga provinsi.
"Tadi kami juga laporkan tentang kesiapan Popda Jateng, kemudian rencana untuk Porprov Jateng, serta rencana Kejurprov Dayung untuk memperebutkan Piala Gubernur," katanya.
Dukungan Gubernur untuk Pembinaan Atlet
Menanggapi paparan pengurus, Ahmad Luthfi menyambut baik upaya pembinaan yang tengah dirancang PODSI. Ia berjanji akan mengoordinasikan langkah lanjutan dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
"Kami akan dukung, koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah dan KONI," ujar Luthfi.
Dukungan tersebut diharapkan tidak berhenti pada aspek pembinaan di pemusatan latihan, tetapi juga menyentuh fasilitas pendukung serta penyelenggaraan kompetisi berjenjang. Kejuaraan provinsi yang memperebutkan piala gubernur disebut menjadi salah satu agenda strategis untuk memunculkan atlet-atlet muda potensial.
Eceng Gondok di Rawa Pening Jadi Sorotan Jelang Porprov
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, menambahkan bahwa kolaborasi antarinstansi diperlukan untuk memastikan venue dayung siap digunakan. Khususnya di Rawa Pening yang akan menjadi lokasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada awal Oktober 2026.
Salah satu pekerjaan rumah yang paling krusial adalah pembersihan eceng gondok yang kerap menutupi permukaan air dan berpotensi mengganggu lintasan atlet. Aria menyebut perlu ada kerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan pemerintah kabupaten sekitar agar area perlombaan bersih saat pertandingan berlangsung.
Ia menilai kesiapan venue menjadi bagian penting dari keberhasilan tuan rumah Porprov, sekaligus menjadi ujian nyata atas kapasitas pembinaan dayung di Jawa Tengah.
Dengan dukungan yang telah mengalir dari level gubernur hingga dinas teknis, PODSI Jateng optimistis mampu membangun kembali tradisi juara dayung yang sempat meredup. Ajang Porprov nanti akan menjadi panggung pertama untuk membuktikan arah pembinaan yang baru.