SLAWI — Suasana ruang praktik jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) SMK Peristek Pangkah, Kabupaten Tegal, berbeda dari biasanya. Puluhan siswa tampak fokus memegang pistol semprot cat (spray gun) dan mengamati detail warna pada sebuah helm. Mereka tengah mengikuti sesi praktik painting helmet atau pengecatan helm.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai dunia modifikasi otomotif. Materi yang diajarkan tidak hanya teori, tetapi juga praktik nyata mulai dari persiapan permukaan helm hingga tahap akhir.
Dari Amplas Hingga Clear Coat: Tahapan yang Dikuasai Siswa
Dalam sesi praktik tersebut, para siswa dibimbing melalui sejumlah tahapan krusial dalam proses pengecatan. Mereka mempelajari cara mempersiapkan permukaan helm, melapisi warna dasar, hingga teknik penyemprotan yang benar agar hasil warna merata tanpa leleran.
Tahap terakhir yang tak kalah penting adalah proses finishing dengan pelapisan pernis atau clear coat. Pada tahap inilah ketelitian dan kesabaran siswa diuji untuk menghasilkan lapisan cat yang mengkilap dan tahan lama.
Lebih dari Sekadar Praktik: Menumbuhkan Jiwa Wirausaha
Pihak sekolah melalui perwakilan jurusan menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mengisi jam pelajaran praktik. Keahlian mengecat helm dinilai sebagai nilai tambah (value added) yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
"Pengetahuan teknis pengecatan ini sangat berguna. Selain memperkaya kompetensi siswa di sekolah, ini bisa menjadi bekal berharga ketika mereka terjun ke dunia industri maupun merintis usaha mandiri di bidang jasa modifikasi kendaraan," ujar perwakilan pihak sekolah.
Wadah Kreativitas Pelajar
Selain mengasah keahlian teknis, kegiatan ini juga menjadi ajang unjuk kreativitas. Para siswa dibebaskan untuk menuangkan ide melalui kombinasi warna, motif, hingga desain yang sesuai dengan karakter jiwa muda.
Melalui program semacam ini, SMK Peristek Pangkah berkomitmen mencetak lulusan vokasi yang tidak hanya andal dalam urusan mesin sepeda motor, tetapi juga kreatif, inovatif, dan siap bersaing di industri otomotif modern. Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk merintis usaha mandiri di bidang jasa modifikasi kendaraan.