SLAWI — Keluhan soal jalanan gelap di Kabupaten Tegal kembali mencuat dalam reses anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi PKB, Umi Azkiyani. Warga di Daerah Pemilihan (Dapil) I yang mencakup Kecamatan Slawi, Lebaksiu, dan Dukuhwaru mengadu bahwa sejumlah jalur vital yang menjadi urat nadi mobilitas harian belum tersentuh penerangan memadai.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tegal itu merinci lima titik krusial yang mendesak untuk segera mendapat penambahan fasilitas PJU. Kelima ruas jalan tersebut selama ini menjadi rute utama bagi warga, khususnya buruh pabrik yang harus pulang pada dini hari.
Lima Ruas Jalan Rawan yang Perlu PJU Segera
Berdasarkan serapan aspirasi warga, berikut lima jalur yang dinilai paling rawan dan gelap di Kabupaten Tegal:
- Ruas jalan Kambangan – Tegalandong
- Ruas jalan Jatimulya – Dukuhlo
- Ruas jalan Kalisoka – Kabunan
- Ruas jalan Salapura – Blubuk
- Ruas jalan Dukuhsalam – Pendawa
Umi menegaskan bahwa keluhan mengenai minimnya penerangan di jalur-jalur tersebut sudah sangat sering diterimanya. Menurutnya, pengadaan lampu jalan bukan sekadar urusan estetika atau kenyamanan berkendara, melainkan berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa dan keamanan masyarakat banyak.
Buruh Perempuan Paling Rentan Jadi Korban
Persoalan ini menjadi semakin mendesak karena kelima titik tersebut merupakan akses utama bagi para buruh pabrik yang bekerja dengan sistem giliran kerja malam. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan yang harus melintasi rute minim cahaya dalam kondisi sepi.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran mendalam akan potensi tindak kejahatan. Selain itu, risiko kecelakaan lalu lintas juga meningkat drastis bagi pengendara yang memaksakan diri melintas di tengah kegelapan tanpa penerangan jalan yang layak.
Umi menyuarakan keprihatinannya terhadap nasib para pekerja perempuan tersebut. Ia menilai situasi ini sangat riskan bagi mereka yang terpaksa berkendara sendirian pada malam hari dan berharap Pemkab Tegal segera mengalokasikan anggaran untuk pembangunan PJU di titik-titik rawan tersebut.
Kecemasan senada juga dilontarkan oleh para pengguna jalan yang biasa melintasi rute-rute tersebut. Rasa waswas menyelimuti pikiran mereka setiap kali terpaksa berkendara sendirian pada malam hari, baik karena ancaman kecelakaan maupun potensi kriminalitas di lokasi sepi.