Pencarian

Tradisi Weh-wehan Kaliwungu Didaftarkan ke Karisma Event Nusantara, Bupati Kendal: Agar Dikenal Daerah Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 • 09:16:01 WIB
Tradisi Weh-wehan Kaliwungu Didaftarkan ke Karisma Event Nusantara, Bupati Kendal: Agar Dikenal Daerah Lain
Suasana tradisi Weh-wehan di Desa Krajankulon, Kaliwungu, Kendal, Senin (24/8/2026).

KENDAL — Tradisi Weh-wehan yang menjadi ikon budaya Kecamatan Kaliwungu kini tengah diperjuangkan naik kelas ke panggung nasional. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal telah mengajukan tradisi berbagi makanan khas perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini untuk masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), program unggulan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan bahwa langkah pendaftaran ini merupakan upaya nyata untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke daerah-daerah lain di Indonesia. "Sehingga harapannya tradisi ini bisa dikenal oleh daerah-daerah lain," ujarnya di sela-sela kegiatan Weh-wehan di Desa Krajankulon, Kaliwungu, Senin (24/8/2026) sore.

Makna Berbagi di Bulan Maulid

Weh-wehan bukan sekadar tradisi berbagi makanan dan jajanan kepada tetangga maupun kerabat. Di balik itu, terdapat nilai spiritual yang mendalam bagi masyarakat Kaliwungu. Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus ungkapan kebahagiaan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

"Ini juga sebagai wujud syukur di bulan Maulid, untuk memperingati dan meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW. Termasuk juga untuk berbagi dan bersilaturahmi," ungkap Bupati yang akrab disapa Bupati Tika itu.

Di tengah arus modernisasi, Bupati Tika menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi ini secara turun-temurun sebagai identitas budaya masyarakat Kaliwungu. "Karena ini tradisi budaya yang tujuannya baik sehingga harus kita wariskan dan dilestarikan para generasi penerus," tambahnya.

Menunggu Kurasi Kemenpar

Kepala Disporapar Kendal, Achmad Ircham Chalid, membenarkan bahwa pendaftaran tradisi Weh-wehan telah dilakukan melalui program KEN. Pihaknya kini menunggu proses kurasi yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata.

"Bulan Agustus sampai September ini pendaftarannya. Nanti mungkin setelah itu ada kurasi. Mudah-mudahan nanti bisa masuk menjadi salah satu event nasional di Karisma Event Nusantara," harapnya.

Bermula dari Desa Krajankulon

Kepala Desa Krajankulon, Abdul Latif, mengungkapkan bahwa tradisi Weh-wehan pertama kali muncul di desanya. Hal ini tidak terlepas dari letak geografis Desa Krajankulon yang berdekatan dengan Masjid Al-Muttaqin, masjid yang menjadi pusat kegiatan dakwah di Kecamatan Kaliwungu.

"Tapi Alhamdulillah sekarang berkembang tidak hanya di Krajankulon saja. Tapi hampir di setiap desa di Kecamatan Kaliwungu InsyaAllah ada," pungkasnya.

Jika berhasil masuk dalam KEN, tradisi Weh-wehan akan masuk dalam kalender event nasional yang dipromosikan langsung oleh pemerintah pusat. Hal ini diharapkan mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kendal, khususnya Kaliwungu, saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tiba.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lingkarjateng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks