JAWA TENGAH — Kebakaran yang mulai terdeteksi sejak Selasa (18/8) itu belum bisa dipadamkan sepenuhnya. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, mengatakan angka 146 hektare merupakan rilis awal yang akan berubah setelah verifikasi lapangan tuntas.
"140-an hektare (perkiraan terdampak karhutla), yang pertama rilis ya, sebelum nanti ada kejadian lagi belum yang kemarin," ujar Jumadi saat dikonfirmasi, Senin (24/8).
Satu Titik Api Tersisa di Lereng Menuju Puncak Arjuno
Petugas gabungan memfokuskan operasi pada satu titik yang berada di jalur menuju Puncak Arjuno. Area lain seperti Kembar 1, Kembar 2, dan sekitar Lapangan Kotak telah berhasil dipadamkan.
"Sekarang masih dilakukan water bombing. Titik-titik lain seperti di Kembar 1, Kembar 2, dan sekitar Lapangan Kotak sudah padam. Tinggal satu titik yang sedang difokuskan," jelasnya.
Medan menjadi kendala utama. Kemiringan 60-70 derajat membuat tim darat tak mungkin merapat ke sumber api, sehingga helikopter berkapasitas 1.000 liter air dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dikerahkan.
Pengisian air dipusatkan di sejumlah lokasi strategis agar operasi udara berjalan cepat: kolam Kaliandra, Taman Safari, dan tandon air BPBD Pasuruan di Lapangan Kaliandra.
Pemicu Api Dipastikan dari Aktivitas Manusia
Jumadi belum bisa menyimpulkan apakah kebakaran ini akibat kelalaian atau unsur kesengajaan. Namun, ia menegaskan sumber api tidak mungkin muncul dengan sendirinya.
"Kalau api yang membawa pasti manusia. Tapi sengaja atau tidak, itu yang belum kita ketahui," katanya.
Evaluasi dampak kerusakan ekosistem flora dan fauna di kawasan konservasi itu belum bisa dilakukan. Seluruh personel masih dikerahkan untuk menjinakkan api terlebih dahulu.
"Kita konsentrasi dulu pada pemadaman. Setelah itu baru kita evaluasi dampaknya terhadap habitat," ujarnya.
Jalur Pendakian Ditutup, Waktu Pembukaan Belum Ditentukan
Imbas kebakaran, UPT Tahura Raden Soerjo resmi menutup jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang sejak Rabu (19/8). Penutupan tertuang dalam surat pengumuman Nomor 500.4.6.10/1276/123.7.2/2026.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan kawasan pendakian akan dibuka kembali. Seluruh aktivitas pendakian dihentikan sementara demi keselamatan dan mendukung proses pemadaman yang masih berlangsung.