Pencarian

DPRD Pati Kawal Serapan Telur Peternak Lokal untuk Program MBG yang Masih Rendah

Kamis, 20 Agustus 2026 • 15:14:01 WIB
DPRD Pati Kawal Serapan Telur Peternak Lokal untuk Program MBG yang Masih Rendah
Anggota Komisi B DPRD Pati, Sudi Rustanto, menyatakan komitmennya mengawal serapan telur peternak lokal untuk program MBG yang dinilai masih rendah.

PATI — Anggota Komisi B DPRD Pati, Sudi Rustanto, menegaskan pihaknya akan memastikan hasil produksi peternak daerah terserap dengan baik dalam program MBG. Langkah ini diambil setelah mendengar keluhan langsung dari asosiasi peternak unggas yang menyebut serapan telur lokal belum optimal meski sudah ada imbauan dari pemerintah.

“Mereka menyampaikan bahwa telur dari peternak lokal mulai terserap di beberapa SPPG. Namun serapannya disebut masih belum maksimal,” ujarnya, Kamis (20/8/2026).

Pemkab Pati Mendata Dapur MBG dan Peternak

Dalam audiensi yang sama, Pemerintah Kabupaten Pati mengaku tengah mendata dapur MBG yang beroperasi di wilayahnya. Pemkab juga meminta data anggota asosiasi peternak unggas sebagai bahan untuk menata ulang mekanisme penyerapan hasil produksi.

Langkah ini dinilai penting karena Pati merupakan salah satu sentra produksi telur ayam di Jawa Tengah. Jika distribusi ke SPPG tidak diatur dengan baik, peternak lokal yang justru menjadi pemasok utama akan kesulitan menjual hasil panennya.

Komisi B Berkomitmen Kawal Tuntutan Peternak

Sudi Rustanto menegaskan bahwa Komisi B DPRD Pati tidak akan tinggal diam. Pihaknya siap mengawal tuntutan para peternak agar telur produksi lokal bisa terserap di tingkat daerah terlebih dahulu sebelum pasokan dari luar kabupaten masuk.

“Kami di komisi B DPRD menegaskan siap mengawal tuntutan para peternak. Sehingga telur dari peternakan ini bisa terserap di tingkat lokal,” ucapnya.

Persoalan ini sebelumnya sempat memicu aksi unjuk rasa dari peternak yang mengeluhkan ayam dan telur mereka tidak terserap. DPRD pun berupaya agar produk peternak lokal diakomodir oleh SPPG yang tersebar di Pati.

Apa Dampaknya Bagi Harga Telur di Pasaran?

Rendahnya serapan telur lokal untuk MBG berpotensi menekan harga di tingkat peternak. Jika permintaan dari program pemerintah tidak berjalan, stok telur akan menumpuk dan harga bisa jatuh, sementara biaya pakan ternak terus meningkat.

Karena itu, pengaturan distribusi yang jelas antara SPPG dan peternak lokal menjadi kunci. Data anggota asosiasi yang diminta Pemkab Pati diharapkan menjadi dasar penetapan kuota pasokan agar program MBG benar-benar berdampak pada ekonomi warga setempat.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lingkarjateng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks