JAWA TENGAH — Stadion Brawijaya, markas Persik Kediri, tengah menjalani wajah baru jelang bergulirnya BRI Super League 2026/2027. Manajemen klub memilih memasang kursi tunggal secara bertahap demi memenuhi rekomendasi ketat dari I.League selaku operator kompetisi, sekaligus meningkatkan standar kenyamanan suporter.
Tri Widodo, perwakilan manajemen Persik, menyatakan bahwa 2.000 unit kursi yang baru tiba langsung dipasang di tribune VIP dan tribune Utama terlebih dahulu. Pemasangan dilakukan secara mandiri oleh internal klub tanpa menunggu bantuan pihak ketiga.
Kapasitas Stadion Berkurang Demi Kenyamanan Penonton
Konsekuensi logis dari pemasangan kursi tunggal ini adalah pengurangan kapasitas penonton. Sebelumnya, Stadion Brawijaya mampu menampung sekitar 11.000 orang dengan sistem berdiri berjubel. Dengan skema single seat di seluruh tribune, kapasitas maksimal stadion diproyeksikan menyusut menjadi 9.000 penonton.
"Jumlah ini memang berkurang, tapi penonton akan merasa nyaman menyaksikan pertandingan karena mereka tak perlu berdiri berjubel di tribune," ujar Tri Widodo, Selasa (17/6).
Dua Gelombang Pengiriman Kursi dan Prioritas Pemasangan
Manajemen Persik membagi pengadaan kursi dalam dua tahap pengiriman. Tahap pertama sebanyak 2.000 unit telah tiba dan terpasang, sementara tahap kedua sebanyak 3.000 unit direncanakan tiba menyusul untuk kebutuhan tribune Ekonomi.
Tri Widodo menjelaskan bahwa pengadaan kursi ini merupakan bentuk keseriusan manajemen dalam memenuhi kekurangan fasilitas yang disyaratkan I.League. Jika tidak dilakukan, status Stadion Brawijaya sebagai kandang Persik terancam dicabut.
Imbauan untuk Suporter Menjaga Aset Stadion
Investasi fasilitas ini membutuhkan perawatan kolektif. Manajemen Persik secara eksplisit meminta para pendukung untuk turut menjaga kursi-kursi anyar tersebut agar daya pakainya bertahan lama.
"Kami minta penonton ikut menjaga aset ini agar durasi pemakaiannya bisa tahan lama," harap Tri Widodo di akhir keterangannya.
Langkah ini sejalan dengan tren stadion-stadion modern di Indonesia yang mulai meninggalkan sistem tribun tanpa kursi. Selain meningkatkan kenyamanan, pemasangan single seat juga menjadi standar wajib bagi venue yang digunakan dalam kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional.