Pencarian

IHSG Menguat 0,34% ke 6.289 pada Pembukaan, 318 Saham Masuk Zona Hijau

Rabu, 12 Agustus 2026 • 21:32:31 WIB
IHSG Menguat 0,34% ke 6.289 pada Pembukaan, 318 Saham Masuk Zona Hijau
Pantauan RTI mencatat IHSG dibuka menguat 0,34% ke level 6.289 pada awal sesi perdagangan.

JAWA TENGAH — Data perdagangan RTI menunjukkan IHSG mengawali sesi di level 6.277,76, kemudian merangkak naik hingga pukul 09.05 WIB. Perputaran uang di awal sesi tercatat mencapai Rp 633,54 miliar dengan volume 1,79 miliar saham dari 114.236 kali transaksi. Sebanyak 205 saham lainnya tercatat stagnan pada pembukaan pagi ini.

Masih Tertinggal Jauh dari Level Akhir Tahun Lalu

Koreksi dalam yang terjadi sepanjang 2026 membuat posisi indeks saat ini masih tertekan signifikan. Secara year-to-date, IHSG tercatat melemah hingga 27%, sementara dalam enam bulan terakhir indeks ambles sekitar 30%. Bahkan secara tahunan, penurunan indeks masih mencapai 11,38%.

Laju indeks pagi ini masih jauh dari level psikologis 6.300 yang sempat diuji pada sesi sebelumnya. Para pelaku pasar tampak masih selektif dalam melakukan akumulasi beli di tengah sentimen eksternal yang belum sepenuhnya kondusif.

Pola Pergerakan di Awal Sesi

Sepanjang 25 menit pertama perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan support terendah di level 6.272,30. Rentang pergerakan indeks pagi ini terbilang sempit, hanya sekitar 19 poin, mengindikasikan pasar masih menunggu katalis baru untuk menentukan arah.

Dari sisi aksi trading, tekanan jual asing masih membayangi pergerakan indeks. Namun, munculnya permintaan di sektor-sektor unggulan mampu menahan laju penurunan lebih dalam.

Sentimen yang Menahan Laju Indeks

Pelemahan IHSG sepanjang tahun ini tak lepas dari ketatnya kebijakan moneter global yang memicu arus keluar dana asing dari pasar saham domestik. Tekanan nilai tukar rupiah yang masih fluktuatif turut menahan minat investor untuk masuk lebih agresif ke aset berisiko.

Di sisi lain, data ekonomi domestik yang solid belum cukup kuat untuk membalikkan tren negatif. Para analis menilai pasar membutuhkan katalis yang lebih besar, baik dari kebijakan pemerintah maupun perbaikan fundamental emiten, untuk mendorong indeks keluar dari zona koreksi.

Investasi mengandung risiko.

Follow jatengmonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks