JAWA TENGAH — Tahun ini, PTAR memfokuskan beasiswa hanya untuk jenjang SMA dan perguruan tinggi. Beasiswa untuk tingkat SD dan SMP ditiadakan sebagai bagian dari penyesuaian prioritas Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) selama masa pemulihan perusahaan.
Dari total 341 penerima, 88 orang merupakan penerima baru dan 253 orang merupakan penerima lanjutan. Sebanyak 37 siswa atau 42 persen dari total penerima baru berasal dari Kecamatan Batang Toru dan Muara Batang Toru, wilayah lingkar tambang.
“Komitmen kami terhadap pendidikan generasi muda Tapanuli Selatan tidak berubah. Kami menyesuaikan skala program agar tetap dapat berjalan secara berkelanjutan, dengan mendahulukan kelompok yang paling membutuhkan dukungan,” ujar Kuasa Direksi PTAR, Rahmat Lubis, saat acara Penghargaan Beasiswa Martabe Prestasi di Sopo Daganak, Batang Toru, Jumat (24/7).
13 Siswa Tembus Kampus Unggulan di Jawa
Beasiswa ini membuahkan hasil nyata. Tahun ini, 13 penerima Martabe Prestasi berhasil diterima di perguruan tinggi negeri unggulan di Pulau Jawa. Enam orang diterima di Institut Pertanian Bogor (IPB), tiga orang di Universitas Gadjah Mada, serta masing-masing satu orang di Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Sebelas Maret.
Salah satunya Sahrial Azhari Gultom, warga Desa Wek III yang merupakan desa lingkar tambang. Ia berhasil diterima di IPB. “Beasiswa ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin. Selain membantu biaya pendidikan, beasiswa ini juga menjadi motivasi bagi saya untuk terus berprestasi,” ungkapnya.
Dampak Jangka Panjang: Dari Kuliah ke Dunia Kerja
Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan, Efrida Yanti Pakpahan, menegaskan program beasiswa ini sangat membantu anak-anak dari keluarga dengan kemampuan ekonomi rendah. “Banyak jalan untuk meraih cita-cita, salah satunya melalui beasiswa,” ujarnya.
Dampak program ini terasa hingga ke dunia kerja. Rona Melati Pakpahan, penerima beasiswa tahun 2017, kini bekerja di perusahaan logistik di Medan setelah menamatkan studi S1 Ekonomi Islam di UIN Sumatera Utara Medan. “Dengan latar pendidikan yang saya raih berkat beasiswa ini, saya akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan passion saya, mandiri secara finansial, dan membantu keluarga,” pungkas Rona.
Rahmat Lubis menambahkan, konsistensi pemberian beasiswa selama sembilan tahun mencerminkan bahwa pendidikan merupakan prioritas jangka panjang perusahaan. Program ini dinilai menjadi salah satu program beasiswa terluas yang dikelola perusahaan tambang di Sumatera Utara.