SOLO — Tiga bocah kelas 5 SD Pangudi Luhur St Timotius Solo menyabet Juara 1 Nasional dalam ajang Codeavour 7.0 Indonesia. Mereka adalah Samuel Maverick Linardi, Bara Genibiru, dan Adriel Hielarius Prasetya yang membawa pulang penghargaan Innovation Spark Award.
Aplikasi bernama Ecologic dengan tajuk “Clean Planet and Healthy People” itu menjadi senjata utama mereka. Kompetisi coding nasional ini mengusung tema teknologi, kecerdasan buatan (AI), coding, dan robotik untuk generasi muda.
Fitur Scanner Sampah Jadi Andalan
Ecologic hadir sebagai media belajar interaktif yang membantu anak-anak memahami pentingnya menjaga lingkungan. Fitur paling menonjol adalah scanner sampah yang memanfaatkan kamera untuk mengenali jenis sampah—apakah organik atau nonorganik.
Tak hanya itu, aplikasi ini juga punya menu quiz berisi kuis seputar jenis sampah dan cara memilahnya. Ada pula menu idea yang memberikan rekomendasi pengolahan sampah menjadi barang bermanfaat.
Botol plastik bekas misalnya, bisa diolah menjadi tempat sabun, pot tanaman, atau kerajinan kreatif. Kardus bekas dapat disulap menjadi mainan edukatif. Sampah organik pun diarahkan untuk dijadikan pupuk kompos, eco enzyme, atau pakan maggot.
Wakil Wali Kota Solo Apresiasi Langsung
Prestasi ini mendapat perhatian langsung dari Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani. Ia datang ke sekolah didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho.
“Ini sangat membanggakan. Anak-anak sekolah dasar sudah mampu membuat inovasi digital yang tidak hanya kreatif, tetapi juga bermanfaat untuk edukasi lingkungan dan pengelolaan sampah,” ujar Astrid.
Ia menilai capaian tersebut membuktikan bahwa anak-anak Solo memiliki kreativitas dan kemampuan teknologi yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Harapan ke Depan: Aplikasi Bisa Dipakai Masyarakat Luas
Astrid berharap aplikasi Ecologic terus dikembangkan dan diterapkan lebih luas di masyarakat. “Semoga aplikasi ini bisa terus dikembangkan dan benar-benar diterapkan di masyarakat. Yang terpenting, karya mereka dapat menginspirasi anak-anak lain untuk berani berinovasi dan peduli terhadap lingkungan,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada SD Pangudi Luhur St Timotius Solo yang dinilai berhasil mengenalkan pembelajaran coding sejak dini. Langkah itu dinilai mampu melahirkan inovasi dan prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Para siswa sendiri berharap masyarakat, khususnya anak-anak, bisa terbiasa memilah sampah dan memiliki kesadaran daur ulang sejak dini melalui aplikasi yang mereka buat.