PEMALANG — Bupati Pemalang Anom Widiyantoro secara langsung mengukuhkan jajaran Pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) IWAPI Kabupaten Pemalang di Pendopo Kabupaten Pemalang, Jumat (17/7/2026). Kepengurusan baru ini menjadi organisasi ke-35 yang terbentuk di Jawa Tengah, menandai perluasan jejaring perempuan pengusaha hingga ke tingkat kabupaten.
Target 2027: 3.000 UMKM Perempuan Naik Kelas
Bupati Anom menegaskan bahwa IWAPI memiliki posisi strategis, tidak hanya dalam pemberdayaan perempuan tetapi juga pengembangan dunia usaha dan kegiatan sosial kemasyarakatan. “IWAPI diharapkan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan agar bersama-sama mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pemalang,” ujarnya dalam sambutan.
Pemerintah daerah menargetkan sedikitnya 3.000 pelaku UMKM perempuan di Pemalang bisa naik kelas pada 2027. Angka ini didasarkan pada data Dinas Koperasi dan UMKM setempat yang mencatat sekitar 12.000 usaha mikro di kabupaten tersebut, dengan 65 persen di antaranya dikelola oleh perempuan.
IWAPI Jadi Wadah Perempuan Pengusaha di 35 Kabupaten/Kota
Ketua Umum DPD IWAPI Jawa Tengah, Ning Wahyu, menyampaikan bahwa terbentuknya DPC IWAPI Pemalang melengkapi peta organisasi yang kini telah menjangkau seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut. “IWAPI hadir sebagai wadah perempuan pengusaha. Kami berharap keberadaan IWAPI di Kabupaten Pemalang mampu mendorong pelaku usaha perempuan naik kelas dan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Ning Wahyu juga mendorong kolaborasi lintas sektor. Ia mengajak pengurus baru untuk membangun sinergi dengan Pemkab Pemalang, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta pemangku kepentingan lain demi memperluas akses pasar dan meningkatkan kapasitas usaha anggota.
Fokus Baru: Kapasitas Perempuan dan Pengentasan Kemiskinan
Ketua DPC IWAPI Kabupaten Pemalang periode 2026–2031, Meta Guniar Hapsari, menyebut pelantikan ini sebagai awal komitmen organisasi menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami ingin memperkuat kapasitas perempuan, mendorong UMKM naik kelas, membantu mengurangi kemiskinan, serta berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Pemalang,” ungkap Meta.
Program prioritas yang disiapkan meliputi pelatihan digital marketing, pendampingan sertifikasi halal dan izin edar, serta akses permodalan ke perbankan dan lembaga keuangan mikro. Meta optimistis sinergi dengan pemerintah daerah akan melahirkan lebih banyak perempuan pengusaha yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.
Mengapa Momentum Ini Penting bagi Ekonomi Pantura?
Pemalang merupakan salah satu kabupaten di jalur Pantura Jawa Tengah dengan potensi pertanian dan perikanan yang besar. Namun, tingkat kemiskinan di daerah ini masih berada di atas rata-rata provinsi. Dengan terbentuknya kepengurusan IWAPI yang baru, pemerintah berharap sektor UMKM yang digerakkan oleh perempuan bisa menjadi bantalan ekonomi keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) kabupaten.
Sebelumnya, sejumlah program pemberdayaan perempuan di Pemalang telah berjalan melalui dinas terkait, namun koordinasinya masih tersebar. IWAPI diharapkan menjadi simpul penggerak yang memadukan program pemerintah, swasta, dan komunitas agar dampaknya lebih terukur.